Neo-Demokrasi
Headline Kesra Umum

Gerakan Basuh Kaki Orang Tua Terobosan Pendidikan Karakter

Gerakan membasuh kaki orang tua yang diikuti puluhan ribu pelajar di Surabaya.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Gerakan membasuh kaki orang tua yang diikuti puluhan ribu pelajar di Surabaya mendapat apresiasi dari pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur sekaligus wakil ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Lingkungan, M. Isa Ansori.

Menurutnya, inisiatif yang digagas Pemkot Surabaya bersama Wali Kota Eri Cahyadi merupakan langkah nyata menanamkan pendidikan karakter di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Di saat dunia pendidikan banyak dihadapkan pada persoalan degradasi moral, renggangnya hubungan dalam keluarga, hingga dominasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari, Isa memandang gerakan tersebut menghadirkan pesan sederhana namun memiliki dampak jangka panjang, yakni membangun kembali budaya menghormati orang tua sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.

Ia menegaskan, kegiatan yang digelar pada Sabtu (20/6) itu tidak sepatutnya dipandang hanya sebagai seremoni atau upaya memecahkan rekor karena makna yang terkandung di dalamnya jauh lebih besar daripada simbol yang terlihat di permukaan.

“Gerakan membasuh kaki orang tua yang melibatkan puluhan ribu anak di Surabaya patut mendapatkan apresiasi yang tinggi. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, bukan pula hanya tentang pemecahan rekor. Lebih dari itu, gerakan ini merupakan ikhtiar untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi pembentukan karakter anak bangsa,” ujar Isa, Senin (22/6).

Menurut Isa, keberanian menghadirkan pendidikan karakter melalui ruang publik patut diapresiasi karena di tengah orientasi pendidikan yang sering berfokus pada capaian akademik, aspek pembentukan akhlak justru menjadi kebutuhan mendasar bagi masa depan bangsa.

“Saya mengapresiasi Wali Kota Surabaya yang berani menghadirkan pendidikan karakter dalam ruang publik melalui simbol yang sangat sederhana, tetapi memiliki makna yang mendalam. Di tengah kecenderungan pendidikan yang sering berorientasi pada capaian akademik semata, Surabaya menghadirkan sebuah pelajaran penting bahwa kecerdasan tanpa adab tidak akan melahirkan peradaban yang kuat,” katanya.

Bagi Isa, membasuh kaki orang tua bukan sekadar ritual simbolik. Tindakan tersebut mengandung makna kerendahan hati, penghormatan, serta pengakuan atas perjuangan ayah dan ibu yang telah membesarkan anak-anak mereka dengan penuh pengorbanan.

Di balik prosesi sederhana itu, terdapat pesan tentang pentingnya rasa syukur kepada orang tua yang telah mendampingi perjalanan hidup anak sejak lahir hingga dewasa. Seorang ibu yang mengandung, melahirkan, dan merawat tanpa pamrih, serta seorang ayah yang bekerja keras demi masa depan keluarga, menurutnya, layak mendapatkan penghormatan yang ditanamkan sejak dini kepada setiap anak.(dan)

Related posts

Balita yang TewasTak Wajar Ternyata Dianiaya Orang Tua Asuhnya

Rizki

Ika Unair Sidoarjo Meriahkan HKSN 2023 dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Rizki

Pembunuh Kakak Beradik Divonis Seumur Hidup di PN Sidoarjo

Rizki