Tulungagung, NEODEMOKRASI.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung memberlakukan status siaga terhadap potensi penyebaran Virus Corona (nCov). Salah satunya dengan memantau seluruh pasien yang menderita demam tinggi akibat gejala pneunomia di seluruh puskesmas, klinik, maupun rumah sakit yang ada di wilayahnya.
“Instruksi melalui surat edaran resmi sudah ditandatangani dan diedarkan sejak Jumat (24/1) lalu ke seluruh klinik, puskesmas, maupun rumah sakit. Jika ada pasien yang memiliki gejala tertular Virus Corona agar dirujuk ke RSUD dr Iskak,” kata Kasi Pencegahan Penyakit Menular Didik Eka, Minggu (27/1), seperti dilansir Antara.
Perintah kesiapsiagaan itu sendiri, disebut Didik, sebagai tindak lanjut surat edaran yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan tentang kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan penyakit menular pneumonia dari negara Republik Rakyat Tiongkok (China) ke Indonesia.
Kendati sampai saat ini belum ada kasus pasien atau korban yang terpapar Virus Corona ditemukan di wilayah Tulungagung, Didik menegaskan, pihaknya tetap akan waspada.
Pihaknya melakukan deteksi dini melalui klinik, rumah sakit serta jaringan puskesmas yang ada di tingkat desa dan kecamatan. Pengawasan juga akan dilakukan bagi penduduk atau warga pendatang yang barusan bepergian dari negara-negara yang telah dinyatakan menjadi sebaran virus mematikan yang belum ditemukan obatnya tersebut.
“Dinkes tingkat kabupaten ini sebenarnya kan menjadi filter ke sekian. Filter pertama untuk mencegah dan mengantisipasi masuknya orang yang tertular Virus Corona ini ada di Kantor Karantina Pelabuhan yang ada di setiap bandara ataupun pelabuhan. Namun demikian, kami tetap harus waspada dan siaga,” katanya.
Penyebaran Virus Corona sendiri sejak pertama kali diidentifikasi pada awal Januari, kini sudah mencapai 1.320 kasus yang terjadi di 10 negara, termasuk di Amerika dan Prancis. Demikian data resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 25 Januari 2020.
Berdasarkan laporan situasi terkini terkait kejadian luar biasa (KLB) novel coronavirus (nCov) atau Virus Corona dari WHO yang dikutip di Jakarta, Minggu (26/1), dari total 1.320 kasus, sebanyak 1.297 kasus berada di Cina dan 41 orang meninggal dunia karena penyakit tersebut.
Beberapa negara yang melaporkan kasus Virus Corona yang terkonfirmasi adalah Thailand empat kasus, Jepang, Singapura, Australia, dan Prancis masing-masing tiga kasus. Sedangkan Korea Selatan, Vietnam, dan Amerika Serikat masing-masing dua kasus. Sementara, Nepal satu kasus.
Kasus penyakit ini melonjak sebanyak 474 kejadian dibandingkan hari sebelumnya. Jumlah kematian yang diakibatkan melonjak hampir dua kali lipat dari laporan per Jumat (24/1) lalu sebanyak 25 orang meninggal.(dan)
