Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Belasan Penghuni Rumah Rehabilitasi Narkoba Kabur

Lokasi rumah rehabilitasi narkoba yang sebagian penghuninya kabur.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Sebanyak 14 dari 30 warga binaan Rumah Rehabilitasi Sehat Emas di Jalan Pucang Alun-Alun, Surabaya, kabur, Senin (12/10) sore.  Rumah rehabilitasi untuk para pecandu narkoba diketahui dengan luas hampir 130 meter persegi tersebut telah berdiri selama 1 tahun.

Kaburnya 14 warga binaan menjadi kekhawatiran warga sekitar. Hal itu dikatakan Ketua RT 04 RW01 Kelurahan Kertajaya Erwin Santoso. “Untuk kaburnya warga rehab narkoba yang ada di rumah itu memang banar. Awalnya, saya dikabari oleh ibu Herry selaku tetangga samping rumah rehabilitasi narkoba. Saat itu ada setidaknya puluhan orang keluar dari rumah tersebut dengan meloncat dari pagar sisi kiri,” ujarnya, Rabu (14/10).

Erwin Santoso juga kerap mendapatkan keluhan dari warga terkait aktivitas rumah hebalitasi narkoba itu. “Sebenarnya sebelum kejadian kaburnya warga binaan, tetangga juga kerap melaporkan akan kegaduhan yang terjadi di rumah rehab tersebut. Kalau malam atau siang hari terdapat kebisingan suara bernyanyi beserta alat music,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi BNNP Jatim Singgih Widi Pratomo membenarkan adanya informasi 14 warga binaan yang kabur. “Total warga binaan yang ada di tempat tersebut ada 30 orang. Kaburnya warga binaan juga menyebabkan dua petugas yang berjaga menjadi korban pemukulan,” ujarnya, Rabu (14/10).

Menurutnya, kaburnya 14 warga binaan bermula dari tiga petugas jaga yang sempat lengah. Satu petugas sedang membenahi sanitasi rumah rehabilitasi. Sedangkan dua petugas lain berjaga.

“Jadi kaburnya warga binaan bermula adanya protes akan fasilitas dan kemungkinan ada provokator. Diketahui petugas jaga berkurang sehingga 14 warga binaan kesempatan melakukan perlawanan dan kabur,” tambah dokter Singgih.

Terkait kabar yang beredar tentang sarana dan prasarana serta konsumsi makanan yang tidak layak, Bidang Rehabilitasi BNNP Jatim akan melakukan pemeriksaan. Bila ditemukan adanya SOP yang tidak sesuai akan dilakukan pengkajian ulang.

“Tetap akan kita lakukan pemantauan dan penilaian ulang dari isu yang beredar di media sosial. Kita juga menunggu keterangan dari para warga binaan yang kabur tentang isu itu. Bila alasan para warga binaan nekat kabur dikarenakan makanan dan sarana yang tidak manusiawi, maka kami ambil sikap tegas,” tegas Singgih Widi Pratomo.(dan)

Related posts

Tiga Pengoplos Gas Diciduk, Juragan Kabur

Rizki

3 Indonesia Resmikan Digital NOC, Perkuat Keandalan Jaringan

Rizki

Tanggul Ambles, Babinsa dan TRC BPBD Respon Cepat di Munjungan

Rizki