Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

H. Mohammad Nasih Aschal, M.Pd.: “Perkembangan Kopdes di Bangkalan Lambat Karena Geografis Madura Beda dengan Wilayah Lain”

H, politisi NasDem DPRD Provinsi Jatim
H. Mohammad Nasih Aschal, M.Pd. politisi NasDem DPRD Provinsi Jatim

Surabaya. NEO DEMOKRASUI. COM –Hadirnya 281:Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bangkalan ditargetkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan daerah itu. Meskipun operasional fisik dan pembangunannya di lapangan masih tersendat akibat kendala persoalan lahan sawah yang dilindungi (LSD) dan pengurusan status tanah. serta minimnya modal.

Tujuan dan fokus: Koperasi ini bertindak sebagai motor penggerak ekonomi pedesaan dan mengelola hasil pertanian, perikanan, UMKM lokal untuk memutus mata rantai agar masyarakat agar tidak bergantung pada tengkulak. Namun kehadiran koperasi ini mengalami banyak kendala , salah satunya persoalan modal lambat penbangunannya, kendala-kendala  yang selama ini memperlambat realisiasi 280 unit koperasi itu untuk bisa langsung dijalankan dan bisa meningkatkan sejahteraan masyarakat Bangkalan Madura.

” Ya tentu selain dari sisi produk  utamanya produk pertanian  yang akan diperjual belikan dalam koperasi juga sarana-sarana yang dibutuhkan. Kooperasi itu seperti misalkan kayak armada yang hari ini juga masih belum semua. Bangunannya belum final.. Secara total jumlah koperasi memang belum semua. Cuman progressnya sudah berjalan, ada beberapa desa yang sudah membangun dan beberapa juga sudah ada yang memiliki kendaraan operasional. Tapi untuk kemudian dikatakan apakah semuanya sudah sesuai target pemerintah itu, ya belum. ” kata  H. Mohammad Nasih Aschal, M.Pd., Ketua Fraksi Nasdem DPRD Jatim.

Anggota Komisi C DPRD Jatim juga menjelaskan lebih jauh bahwa persoalannya masih berhubungan dengan bagaimana kemampuan produksi. Jadi misalkan terkait produk hasil tani untuk koperasi di beberapa desa itu juga terbentur kesulitan untuk memproduksi hasil-hasil tani dari masyarakat. Kenapa? Karena Madura sangat dipengaruhi oleh musim.

“Kemudian faktor irigasi juga kadang menjadi persoalan. Jadi memang kalau untuk konteks Madura saya kira memang agak-agak rumit memang karena memang secara geografis juga berbeda dengan kabupaten lain atau daerah lain dan saya kira sepanjang program ini akan dijalankan terus sepanjang kemudian fasilitas-fasilitas yang harus memenuhi keberadaan kooperasi ini bisa terus berjalan pada akhirnya” jelas Nasich tetap optimis.

Politisi NasDem ini juga berharap kooperasi Merah Putih i ini bisa sesuai dengan harapan bersama untuk menjadi salah satu penguat ekonomi yang ada di desa.

Sementara persialan kurangnya modal menurutnnya memang kalau bicara masyarakat bawah kemampuan untuk bisa mendapatkan modal atau memiliki modal itu menjadi hal yang agak sulit. Meskipun sebenarnya sudah disiapkan pemerintah itu soal modal tapi sifatnya juga terbatas . Terbatas dan nantinya akan menjadi piutang yang harus dikembalikan melalui produksi-produksi yang sudah dilakukan dan begitu.

” Sehingga dalam teori bisnisnya memang ada semacam kekhawatiran juga bahwa ketika misalkan sudah berproduksi, kok ternyata tidak bisa memenuhi target penjualan misalkan, kan akhirnya kan juga agak bingung juga. Dalam hal ini ya, kayak kepala desa itu juga agak kesulitan. Sehingga memang hari ini kalau di Madura itu memang bersifat waiting. masih menunggu.”ujarnya.

Keberadaan Indomaret dan Alfamat yang cukup banyak dan tersebar di Bangkalan juga dikhawatrkan akan menjadi kompetitr utama keberlangsngan kopses Merah Putih. . Karena produk-produk yang dijual  relatif sama, mulai produk-produk  sembako dan kebutuhan masyarakat umumnya..

“Iya memang kalau ininya memang sama, marketnya memang sama, tapi dari sisi produknya juga hampir sama, tapi saya tidak punya kekhawatiran untuk kemudiannya. tapi dua-duanya survive iya, karena Koperasi Merah Kuti ini kan juga harus didukung oleh manajerialnya seperti apa. Jadi pengelolaan dari koperasi itu nanti dilakukan secara profesional dan macam-macam. Jadi saya kira kalau di kurun waktu yang dekat, saya kira itu tidak akan terlalu mengkhawatirkan untuk kemudian mematikan perekonomian masyarakat yang lain. Tapi kalau kemudian progresnya bagus, tinggal kita melihatnya justru malah di sini ada istilah kompetitor yang harus dibangun melalui regulasi-regulasi yang dibuat oleh pemerintah.”tambahnya.

” Bagaimana pengelolaan koperasi agar professional . Sebenarnya sudah dilakukan berbagai macam pelatihan ya, program-program koperasi merah putih kan sudah didasarkan kepada pelatihan bawah. Memang secara SDMnya memang masih terbatas . Tetapi bahwa itu dibangun melalui sistem yang baik, yang bagus, pada akhirnya kita berharap SDM-SDM ini justru akan bisa meningkat seiring dengan tumbuhnya koperasi” ujarnya.

“Saya melihatnya masih akan lama. untuk menikmati kebermanfaatan dari koperasi ini, tapi paling tidak melalui berbagai inovasi-inovasi langkah-langkah percepatan yang juga kita dorong agar pemerintah melakukan itu.. Kita berharap itu bisa berjalan secepat mungkin. ” pungkasnya.(nora)

Related posts

Pertemuan dengan Konsul Kehormatan India, Bahas Potensi Wisata hingga Beasiswa

Rizki

Pemkot Surabaya dan Jambi MoU Perkuat Reformasi Birokrasi

Rizki

Ipong Muchlisoni Sediakan Layanan Bus Gratis untuk warga Surabaya-Sidoarjo

Rizki