Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku yang Bacok Suporter

Dua pelaku pembacokan terhadap suporter terekam CCTV.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Aksi pengeroyokan yang terjadi pada HUT ke-99 Persebaya lalu mengakibatkan seorang suporter tewas dan satu lainnya kritis. Polisi pun bergerak cepat mengungkap kasus ini. Polisi menangkap dua orang pemuda yang tergabung di kelompokgangster Setara di Jalan Kedungsroko VII, Tambaksari, Surabaya. Aksi pembacokan itu dilakukan di Jalan Sumatra pada Kamis (18/6).

Penangkapan terduga pelaku pembacokan yang menyebabkan korban tewas dilakukan para Jumat (19/6) dan Sabtu (20/6), di rumah Jalan Kedungsroko VII. Informasi yang diterima bahwa polisi menangkap terduga pelaku bernama Nabil (22) dan Rama (20). Keduanya  masih ada hubungan saudara.

Hal itu sempat disampaikan salah satu warga setempat bernama Wawan (40) warga Kedungsroko. Wawan memberikan keterangan bahwa benar pada Jumat (19/6) sekitar pukul 16.00 WIB ada penggerebekan.

“Sekitar delapan anggota polisi berpakaian preman menggerebek rumah berwarna hijau yang ditinggali oleh Nabil, putra dari Pak Jami’i. Polisi juga ke rumah Rama di sebelahnya. Namun Nabil dan Rama tidak ada di tempat. Kemungkinan telah melarikan diri ke Madura. Penggerebekan itu terkait kejadian di depan Hotel Sahid,” ujarnya, Sabtu (20/6).

Korban pembacokan bernama Gionaldo Abraham Dandel dan Bobi, dari kelompok suporter di Sepanjang, Sidoarjo. Korban Gionaldo dinyatakan tewas saat berada RS Ubaya setelah mengalami luka bacok. Sedangkan Bobi masih bernyawa meski mengalami luka bacok di punggung. Dia kini dirawat di RSI Jemursari.

Mengetahui terduga pelaku pembacokan tidak berada di rumah, Unit Jatanras Polrestabes Surabaya melakukan pengejaran ke Sumenep, tempat keduanya bersembunyi. “Infonya Nabil dan Rama itu melarikan diri ke Sumenep setelah wajahnya terlihat viral di media sosial,” tambah Wawan.

Keterangan lain yang dilontarkan oleh Uus (45) warga sekitar Kedungsroko. Dia membenarkan bahwa wajah yang viral di media sosial itu adalah Nabil dan Rama. “Jadi bila dilihat untuk helm putih jaket hitam itu Nabil. Sedangkan menggunakan godie putih itu Rama,” ujarnya, Sabtu (20/6).

Pada Sabtu (20/6) pukul 13.30 WIB beberapa anggota polisi kembali ke Jalan Kedung Sroko VII dengan mengeler Nabil dan Rama. Tidak lama polisi memeriksa rumah bercat hijau tersebut dan berhasil mengamankan beberapa barang bukti helm, jaket dan celurit.  “Beberapa polisi menangkap Nabil dan Rama serta membawa barang bukti helm putih, jaket hitam, godie putih dan celurit, semua warga menyaksikan,” tutup Uus.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tambaksari Ipda Amirudin ketika dikonfirmasi tentang tangkapan tersebut, mengatakan, pihaknya belum mengetahui. “Namun kasus itu diambil alih oleh Unit Jatanras Polrestabes Surabaya. Kemungkinan besar yang menangkap adalah Satreskrim Polrestabes Surabaya,” ungkap Amirudin.(dan)

 

 

Related posts

PLN Raih Renewable Energy Markets Asia Awards 2021

Rizki

Bank Mandiri Dukung Trans Jatim

Rizki

Astra Peugeot Tawarkan Perawatan Paket Spesial

Rizki