Neo-Demokrasi
Headline Kesra Politik Pemerintahan

Wujudkan Kampung Pancasila, Gandeng 6 Lembaga CSR

Sinergi Dandan Omah dan Stunting.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Menjelang Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan kado spesial bagi warganya. Melalui semangat gotong royong, Pemkot Surabaya menjalin sinergi dengan enam lembaga yang ada di Kota Pahlawan untuk melakukan percepatan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan penanganan stunting.

Sinergi tersebut diwujudkan dalam penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) yang berlangsung di Gedung Serbaguna RW VI Cempaka, Kecamatan Tegalsari, Rabu (13/5). Adapun enam lembaga yang terlibat dalam kolaborasi CSR ini adalah Yayasan Buddha Tzu Chi, Ciputra, Pakuwon, Baznas Surabaya, Bangga Surabaya Peduli, dan Nurul Hayat.

Sebelum melakukan penandatanganan MoU, Wali Kota Eri Cahyadi mengajak jajaran pemerintah kota dan perwakilan enam lembaga CSR untuk meninjau langsung kondisi penerima manfaat Rutilahu di Kecamatan Tegalsari. Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Eri memantau kondisi fisik hunian sekaligus berdialog dengan warga untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Dalam sambutannya, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa membangun Surabaya tidak bisa hanya mengandalkan APBD atau kekuatan pemerintah saja. Baginya, keterlibatan para pengusaha dan lembaga sosial adalah bukti nyata bahwa Kampung Pancasila benar-benar hidup di Surabaya.

“Saya ingin mengajak beliau-beliau (lembaga CSR) ini langsung turun, melihat sendiri rumah warga yang tidak ada ventilasinya, yang panas dan tatanannya memprihatinkan. Negara tidak akan kuat jika hanya pemerintah yang bergerak. Tapi hari ini dibuktikan, kekuatan gotong royong bisa menjadi satu kesatuan besar,” ujar Eri.

Ia bahkan menyebut para pimpinan lembaga tersebut sebagai “Wali Kota Surabaya” yang sesungguhnya karena kepedulian mereka terhadap rakyat kecil.

“Wali Kota Surabaya itu banyak, bukan hanya Eri Cahyadi. Ada Pak Sutoto (Ciputra), Bu Vivian (Buddha Tzu Chi), Pak Sutandi (Pakuwon), dan semuanya yang hadir di sini. Siapa pun yang mau berbagi dan membantu warga, itulah Wali Kota,” tambahnya.

Berdasarkan data Pemkot Surabaya, saat ini masih terdapat sekitar 7.000 hingga 9.000 unit Rutilahu yang perlu ditangani. Terkait hal ini, Pemkot Surabaya menargetkan rehabilitasi 4.242 unit rumah pada tahun 2026 melalui semangat kolaborasi.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Pakuwon Jati Tbk, Sutandi Purnomosidi, menyampaikan apresiasinya atas transparansi dan langkah nyata Pemkot Surabaya dalam memetakan kebutuhan warga.

“Hari ini kami diajak berkeliling melihat kondisi Rutilahu secara langsung. Kami berterima kasih karena diajak membantu Surabaya secara nyata agar kualitas hidup warga bisa ditingkatkan menjadi lebih baik,” kata Sutandi.

Sutandi juga menegaskan kesiapan Pakuwon Grup untuk melampaui target awal jika memang diperlukan demi menyukseskan program ini di lima kecamatan. Selain hunian, pihaknya juga menaruh perhatian besar pada penanganan stunting.(dan)

Related posts

PAUD di Sidoarjo Dibobol Maling, Uang dan Chiki Disikat

Rizki

PKS Wajibkan Kadernya Kampanyekan Khofifah

Rizki

Warih Andono SH : ” Pengembangan Kawasan Industri Harus Ada Keseimbangan antara Pembangunan Ekonomi, Masyarakat dan Lingkungan.”

neodemokrasi