Neo-Demokrasi
Headline Kesra Umum

Harga Plastik Naik, Ajak Kelola Sampah Hasilkan Cuan

Salah satu TPS di Prapen Surabaya yang menggunakan bak sampah plastik..

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Kenaikan harga sampah plastik di pasaran mulai memengaruhi pola pengelolaan sampah di Kota Surabaya. Pemkot Surabaya mendorong masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk menambah pendapatan melalui pemilahan sampah sejak dari rumah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M Fikser mengatakan, tingginya harga plastik membuat sampah non-organik kini banyak diburu pemulung maupun pengepul.

“Memang harga lagi naik di pasaran ya, sehingga kemudian hasil pemilahan sampah yang dilakukan di TPS (Tempat Penampungan Sementara) itu diburu sama pemulung, khususnya pemulung sampah,” kata M Fikser, Rabu (13/5).

Menurutnya, fenomena tersebut terlihat di sejumlah TPS 3R di Surabaya. Sampah plastik kini dipisahkan lebih awal karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dipesan pengepul. “Sehingga kemudian di TPS 3R kami yang jumlahnya ada sekitar 12 itu sudah dipisahkan semua, ditumpuk, karena sampah plastik itu kalau saya tanya sudah dipesan sama orang,” ujarnya.

Karena itu, DLH Surabaya memperketat pengawasan di area TPS agar tidak lagi menjadi lokasi pemilahan sampah liar. Fikser menegaskan, pemilahan sampah seharusnya dilakukan sebelum sampah masuk ke TPS sehingga lokasi pembuangan tetap bersih dan hanya menampung residu.

“Jadi untuk di TPS sudah tidak ada lagi pemilahan sampah, sehingga kemudian kita berharap TPS itu bersih. Kalaupun mereka (pemulung) melakukan pemilahan sampah, itu bukan di TPS, tapi sebelum masuk di TPS,” katanya.

Ia mengakui, kenaikan harga plastik turut memunculkan aktivitas bongkar muat sampah di sekitar TPS oleh pencari sampah plastik. Karena itu, DLH Surabaya melakukan penertiban di area sekitar TPS.

Fikser berharap kenaikan harga plastik dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai memilah sampah non-organik dari rumah dan menjadikannya sebagai sumber tambahan pendapatan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya itu menambahkan, DLH saat ini memiliki enam bank sampah induk yang dapat menampung sampah bernilai ekonomis dari masyarakat. DLH pun siap memfasilitasi jadwal pengambilan sampah hasil pemilihan warga melalui koordinasi bersama RT dan RW.

“Kami DLH bisa memfasilitasi pengambilannya kapan, setiap hari apa, jam berapa, langsung terjadi penimbangan dan pembayaran,” ujarnya.

Fikser memastikan warga dapat menjual langsung sampah plastik melalui bank sampah induk binaan DLH Surabaya. “Jadi bank sampah induk ada enam, salah satunya ada juga kita fasilitasi di kantornya DLH, itu membeli sampah-sampah yang memang punya nilai ekonomis,” terangnya.(ari/rd)

Related posts

ITS dan IYSA Adakan Kompetisi Internasional

Rizki

Tiga Pengoplos Gas Diciduk, Juragan Kabur

Rizki

Teknisi Provider Internet Delapan Kali Bobol Rumah

Rizki