Neo-Demokrasi
Headline Jatim Kesra

IKA Unair Sidoarjo dan FKH Unair Sosialisasikan Pemotongan Hewan Kurban Sesuai Prinsip ASUH

Kegiatan sosialisasi pemotongan hewan kurban di Aula PDM Sidoarjo.

Sidoarjo, NEODEMOKRASI.COM – Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Sidoarjo menjadi narasumber dalam Sosialisasi Hadyu Jamaah Haji KBIHU Jabal Nur. Acara yang diadakan oleh Lazismu Sidoarjo digelar di Aula Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Jalan Mojopahit, Rabu (13/5) sore.

Prof. Dr. Sigit Hermawan SE., MSi dari Umsida, Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum, drh., M. Kes dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair, drh Toni Hartono M.Kes dari Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, dan Dr. Nurul Imamah, M.Si dari Universitas Bhayangkara Surabaya menjadi narasumber acara ini.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum, drh., M. Kes dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair memberikan Sosialisasi Pemotongan Hewan Kurban Sesuai Prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal).

“Jadi tujuan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tata cara penyembelihan yang benar. Kemudian, menjamin keamanan pangan asal hewan, serta menjaga kesejahteraan hewan dan kebersihan lingkungan,” ujar Emy Koestanti Sabdoningrum yang juga sebagai Koordinator Program Studi S2 Agribisnis Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga ini.

Di hadapan para peserta sosialisasi, Emy Koestanti Sabdoningrum  membeberkan pengertian ASUH. Yakni Aman berarti bebas dari cemaran biologis, kimia, fisik. Sedangkan Sehat berarti berasal dari hewan sehat dan layak potong. Sedangkan Utuh artinya tidak dicampur atau dioplos, dan bagiannya lengkap. Sementara Halal adalah sesuai syariat Islam.

Dia juga membagikan ciri-ciri daging sapi yang ASUH serta tips memilih hewan kurban. “Yang perlu diperhatikan juga adalah pemeriksaan kesehatan daging,” katanya.

Di antaranya adalah warna normal, tidak berbau, tekstur kenyal. Kemudian hati atau paru atau jeroan tidak ada kelainan mencolok. “Jika ragu, konsultasikan dengan dokter hewan,” imbuh Emy.

Yang tidak kalah pentingnya adalah saat pengemasan dan distribusi. Di antaranya adalah penggunaan wadah atau kemasan yang bersih dan food grade. Kemudian, distribusi cepat dan merata. Lalu, simpan dingin bila belum dibagikan.

Sedangkan drh Toni Hartono M.Kes dari Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo memandu tanya jawab dengan peserta. Salah satu yang menjadi bahasan adalah soal perizinan lalu lintas hewan antardaerah dan kesehatan hewan.

Sementara itu, Ketua PDM Sidoarjo Prof Dr. A. Dzo’ul Milal, M.Pd mengungkapkan bahwa pelaksanaan hadyu yang pertama ini agar betul-betul dilaksankan  sesuai syarat dan rukun penyembelihan hewan. “Harus dilaksanakan sebaik mungkin,” katanya.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua IKA Unair Sidoarjo Berlian Aniek Herlina dan Wakil Ketua Rizki Daniarto. Acara diakhiri dengan ramah tamah para peserta dengan narasumber.(rd)

 

 

Related posts

STAIS Pasuruan Kini Punya Laboratorium Perbankan Syariah

neodemokrasi

Menolak Diperiksa, Ternyata Selundupkan Narkoba

Rizki

Unair Dapat Sponsorship 50 Sepeda Listrik dari Bank Jatim

Rizki