Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

Hj. Lilik Hendarwati: “Langkah Penghematan Energi Bisa Diawali dari Lingkungan Kita Sendiri”

Hj Lilik Hrndarwati, anggota Komisi C DPRD Jatim

Surabaya.NEODEMOKRASI.COM. Pem erintah sedang  menyiapkan dan menerapkan berbagai program hemat energi sebagai langkah mitigasi dampak ekonomi dan krisis energi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah (perang Iran-Israel) yang mulai terasa sejak akhir Maret 2026. Konflik tersebut berpotensi mengganggu jalur distribusi minyak dunia dan memicu lonjakan harga BBM.

Tidak hanya  program penghematan energi tapi juga  program WFH  untuk ASN . Penerapan Work From Home (WFH) untuk ASN: Pemerintah merencanakan kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah darurat untuk menghemat penggunaan BBM dan listrik. Kebijakan ini dinilai tepat sebagai langkah darurat, namun perlu didukung paket kebijakan lain jika krisis berlarut.

Efisiensi Energi di Gedung Pemerintah:, seperti mematikan lampu dan membatasi penggunaan AC di gedung DPR setelah pukul 20.00 WIB.

Upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi Biodiesel (Mandat B50)  dengan mempercepat transisi ke B50 (campuran biodiesel 50%) untuk menggantikan impor solar, sekaligus menghemat cadangan devisa negara.

Juga Pengurangan Penggunaan Kendaraan Dinas: Pembatasan penggunaan kendaraan dinas diberlakukan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar  .Kampanye gerakan bike to work (bersepeda ke tempat kerja) juga sudah mulai digencarkan pemerintah.

Kampanye Hemat Energi Masyarakat: Pemerintah meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan listrik, seperti mematikan alat elektronik yang tidak digunakan, mengganti lampu ke LED, dan mengatur penggunaan pendingin ruangan (AC).

Kebijakan ini diambil untuk menjaga efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dari lonjakan biaya energi.

“WFH Satu Hari dalam sepekan adalah langkah darurat yang tepat, namun Indonesia perlu  kebijakan energi yang lebih kuat jika krisis Selat Hormuz berlarut” ujar Hj Lilik Hendarwati, anggota Komisi C DPRD Jatim.

Program efisiensi energi adalah langkah strategis untuk mengurangi konsumsi energi tanpa menurunkan kinerja, melalui teknologi hemat energi (lampu LED, inverter AC), optimalisasi proses industri, dan kebijakan hemat energi. Langkah ini krusial untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, menghemat biaya operasional, dan mendukung target Net Zero Emission.

Komponen utama dan contoh program efisiensi energi:, Implementasi Kebijakan (Pemerintah/Industri): Menyiapkan kebijakan manajemen energi, rencana efisiensi, dan memantau pelaksanaannya (misalnya, SNI untuk efisiensi peralatan elektronik).

Efisiensi di Gedung & Rumah Tangga: Penggunaan lampu LED, perangkat elektronik berlabel hemat energi (Energy Star), serta sistem pendingin ruangan (AC) yang efisien.

Apakah kebijakan hemat energi untuk  wilayah Surabaya  sudah dianggap  efektif?

“Kalau mereka juga tinggal di Surabaya. Ya sebenarnya kalau misalnya mereka tidak menggunakan kendaraan sendiri, ya dalam bahasa hemat energi ya jelaslah ada.” kata  politisi PKS ini.

” Dengan menggunakan kendaraan umum. Kan sebenarnya itu juga bagian dari pengadaan kendaraan umum itu kan salah satunya agar juga bisa lebih menghemat energi, kecuali dengan memungkinkan kondisi lalu lintas lebih ringan dibandingkan hari-hari biasanya. Terkait WFH, sebenarnya mungkin nanti kan perlu dihitung ya benar gak sih sebenarnya dengan tidak masuk di hari Rabu? Efektif. Seberapa efektifnya.” ujar H Lilik Hrndarwati yang juga menjabat Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim

“Kenapa pemilihan dari Rabu itu mungkin Hari Rabu kan di tengah-tengah ya, biasanya kan penyelesaian terhadap kegiatan-kegiatan pekerjaan,  administratif di hari itu. Seluruhnya di tengah-tengah hari. Cuma memang kalau diambil Jumat, khawatirnya nanti berlanjut jadi long weekend” tambahnya.

” Kenapa sih semuanya ribut dengan bahasa WFH ya. Sekarang saja di kantor-kantor kita ini sebenarnya penggunaan energi yang berlebih itu saya sangat rasakan. Jadi kayak misalnya di kantor-kantor kita ini kan sering  yang masih nyala. Ya,  kan sebenarnya juga siang hari dinyalakan berapa jam sebenarnya penggunaan energi dan kemudian kalau misalnya memang ruangan itu tidak dimanfaatkan komisi-komisi, kan bisa dimatikan “jelasnya.

“Apalagi di ruang-ruang mereka juga. Mereka bisa rapat sebenarnya dalam satu tempat, atau bertumpu dalam satu tempat. Aula-aula yang tidak dimanfaatkan juga tidak dinyalakan, Itu kan sudah penghematan yang menurut saya juga luar biasa itu., penghematan energi bisa dimulai dari lingkungan terdekat kita sendiri ” ujarnya.

“Untuk upaya penghematan energi , menurutnya  sebenarnya juga secara bahan bakar mesti dijaga  sehinngga tidak terbuang, kan  juga lumayan. untuk  simpanan menurut saya Ya nanti dilihat aja lah, ada evaluasi lah setelah mungkin 2-3 kali Mungkin ada pemberlakuan aturan yang lebih konkret gitu, misalkan dipasang lalu jam berapa. Uuntuk program gerakan bike to work  kalau di Malang kan ada naik sepeda lokasi dan kondisi menunjang. Dulu  memang  ada kan naik sepeda di Surabaya. . Bisa, tapi kan masalahnya orang-orang kan belum tentu rumahnya di sini “pungkasnya.(nora)

Related posts

Ir Afdhal Muhammad Ihsan : “Program Rehab RTLH Jangan Lagi Berdasar Usulan Warga, Tapi Pemerintah Harus Jemput Bola Menawarkan  Perbaikan”

neodemokrasi

Cegah Molornya Pembangunan Proyek Strategis Sidoarjo, Ke Depan Warih Andono Minta Pilih Kontraktor Profesional 

neodemokrasi

Pemkot Surabaya Gelar Doa Bersama

Rizki