Neo-Demokrasi
Headline Kesra Umum

Gerakan Pangan Murah Tekan Harga Bahan Pokok jelang Ramadan

Gerakan Pangan Murah yang digelar oleh Pemkot Surabaya.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Menjelang bulan suci Ramadan, Pemkot Surabaya mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menekan harga bahan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Salah satunya digelar di Lapangan Asemrowo, Jalan Asem Raya Nomor 19, Kelurahan Asemrowo, Selasa (10/2).

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) ini disambut antusias warga. Sejak pagi hari, masyarakat Asemrowo dan sekitarnya memadati lokasi untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, gula, hingga cabai dengan harga di bawah pasaran.

Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan GPM menjadi langkah strategis Pemkot Surabaya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pokok.

“Gerakan Pangan Murah tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi serta penguatan ketahanan pangan di Kota Surabaya,” ujar Antiek.

Pemilihan Kecamatan Asemrowo sebagai lokasi pelaksanaan dilakukan karena wilayah tersebut sebelumnya belum pernah menjadi lokasi GPM. “Tercatat, penjualan beras mencapai sekitar 200 zak, minyak goreng sebanyak 1.200 liter habis terjual, serta gula sekitar 240 kilogram ludes dibeli warga. Untuk komoditas daging, nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,5 juta,” imbuhnya.

“GPM juga melibatkan Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) yang menyediakan daging sapi segar dan produk olahan daging sapi. Pelaku usaha lokal dari Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS) turut menyediakan bawang merah, bawang putih, serta cabai dalam kemasan praktis. Program Padat Karya Pemberdayaan Keluarga Miskin menyediakan telur ayam. Sedangkan Kelompok Tani Guyub Sejahtera menghadirkan sayuran segar,” terangnya.

Salah satu warga, Suparma, mengaku datang sejak pukul 08.00 WIB untuk membeli beras dan minyak goreng. Menurutnya, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan di pasar. “Kalau di pasar minyak bisa sampai Rp19.000, di sini cuma Rp15.000. Lumayan banget selisihnya, apalagi menjelang puasa,” kata Suparma.

Hal serupa disampaikan Luluk, warga Asemrowo lainnya, yang memborong minyak goreng, beras, dan gula untuk persiapan Ramadan. “Di pasar minyak bisa Rp20.000, di sini Rp15.000. Saya beli empat kantong sekalian buat stok,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan GPM sangat berdampak positif bagi warga sekitar. Selain meringankan beban pengeluaran rumah tangga, kegiatan ini juga membantu masyarakat menyiapkan kebutuhan sejak dini menjelang bulan puasa.(dan)

Related posts

Khofifah Resmikan IPA SPAM Mojolagres

Rizki

Raker dengan Komisi VI DPR RI, Mendag: Stok Migor Kemasan Cukup

Rizki

Pengusaha Properti Sidoarjo Sumbang 25 Ton Beras

Rizki