Neo-Demokrasi
Headline Kesra Umum

Pemkot Surabaya Ajak IDI Petakan Kesehatan Mulai Tingkat RW

Penandatanganan kerja sama oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua IDI Surabaya dr. Muhammad Shoifi.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pemkot Surabaya resmi menjalin nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya terkait peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Surabaya. Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua IDI Cabang Surabaya, dr. Muhammad Shoifi, di Ruang Kerja Wali Kota Surabaya, Rabu (28/1).

Kerja sama ini mencakup penguatan layanan kesehatan anak dan remaja, kesehatan perempuan dan kesehatan reproduksi, penanganan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, obesitas, penyakit degeneratif, hingga kanker, serta upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC).

Eri mengatakan, melalui kerja sama ini, Pemkot Surabaya dan IDI bersepakat memperkuat upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat dengan pendekatan berbasis data dan sains, dimulai dari tingkat paling dasar, yakni RW. Dengan demikian, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memetakan kondisi kesehatan warga secara lebih detail dan menyeluruh.

“Kami bersama IDI menandatangani nota kesepahaman. Kerja sama ini diawali dengan pemetaan kondisi kesehatan warga di tingkat RW. Dalam satu RW, kami ingin mengetahui secara detail persoalan kesehatan yang ada, bukan hanya penyakit, tetapi juga kondisi kesehatan secara menyeluruh, seperti stunting maupun ibu dengan risiko tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, dari pemetaan tersebut akan terlihat gambaran penyakit dan masalah kesehatan yang dihadapi warga. Mulai dari hipertensi, diabetes, penyakit jantung, hingga persoalan kesehatan ibu dan anak. Data tersebut kemudian akan dihimpun untuk membentuk klaster-klaster kesehatan di setiap RW.

Selain itu, pemetaan klaster kesehatan di tingkat RW juga akan berdampak pada perencanaan anggaran. Eri menyebut, anggaran kesehatan setiap RW nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan, lalu disinergikan menjadi anggaran kota.

Sementara itu, Ketua IDI Cabang Surabaya Muhammad Shoifi menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai, keterbukaan dan visi besar wali kota menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Alhamdulillah, kami bersyukur memiliki pemimpin yang sangat terbuka dan memiliki visi jauh ke depan. Kami diajak berkolaborasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Surabaya berbasis data dan sains,” ujarnya.

Ia menjelaskan, IDI Cabang Surabaya memiliki sekitar 7.600 anggota. Mulai dari guru besar, dokter spesialis, hingga mahasiswa kedokteran. Potensi besar tersebut siap dikerahkan untuk mendukung program kesehatan Pemkot Surabaya secara terstruktur dan berkelanjutan.(dan)

Related posts

Rayakan HUT ke-60, Bank BJB Gelar Promo di Ratusan Merchant

Rizki

Polresta Sidoarjo Bantu 200 Paket Sembako untuk Warga Jabon

Rizki

Khofifah Dorong Peningkatan Akses Pasar Industri Kulit Sidoarjo

Rizki