Neo-Demokrasi
Headline Kesra Umum

Gandeng ABP-PTSI Jatim, Wujudkan Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan audiensi dengan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Jawa Timur di rumah dinas wali kota.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan audiensi dengan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Jawa Timur di rumah dinas wali kota, Sabtu (24/1). Dalam audiensi kali ini Wali Kota Eri Cahyadi bersama Ketua ABP-PTSI Jawa Timur Budi Endarto berdiskusi, soal rencana kolaborasi antara Pemkot Surabaya dengan PTS.

Audiensi kali ini diikuti oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kota Surabaya Erringgo Perkasa dan perwakilan perguruan tinggi swasta yang tergabung dalam ABP-PTSI Jatim.

Di kesempatan ini, Eri menyampaikan berbagai hal rencana kolaborasi yang akan dilakukan bersama perguruan tinggi swasta di Kota Surabaya. Di antaranya, yakni memberikan beasiswa bagi keluarga miskin, kerja sama program kuliah kerja nyata (KKN), hingga keberlanjutan mahasiswa setelah lulus kuliah.

“Pergerakan kota itu tidak hanya tergantung dari PTN (perguruan tinggi negeri) saja, tapi PTS itu juga menunjang betul bagaimana pendidikan sebuah kota, bagaimana kota itu mencapai indeks pembangunan manusia (IPM), dan bagaimana kota itu bisa mencapai kesejahteraan. Kalau semua kampus itu turun di masing-masing RW dan bersinergi, insya Allah selesai masalah-masalah di Surabaya,” kata Eri.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu juga menyampaikan, salah satu kerja sama yang akan dijalin adalah melakukan sinkronisasi data mahasiswa perguruan tinggi swasta yang masuk dalam kategori keluarga miskin. Setelah dilakukan sinkronisasi data, Pemkot Surabaya akan memberikan bantuan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT).

Di samping itu Ketua ABP-PTSI Jawa Timur Budi Endarto mengatakan, pemetaan keluarga miskin mulai Desil 1-5 yang dilakukan oleh Wali Kota Eri Cahyadi bagian dari terobosan berani. Karena, lanjut Budi, selama ini di perguruan tinggi swasta banyak ditemukan mahasiswa yang masuk ke dalam kategori keluarga miskin dari Desil 1-5.

“Ini mungkin akan menjadi suatu gerakan yang revolusioner, bahwa selama ini yang tidak tepat sasaran menjadi tepat sasaran. Dan ternyata (keluarga miskin) melimpah di PTS,” kata Budi.

Budi berharap, beasiswa atau bantuan pendidikan yang diberikan oleh pemkot bisa sesuai target Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana. “Oleh karena itu, harapan kami dari perguruan tinggi swasta bisa memiliki kontribusi dan mengawal bahwa target capaian meningkatkan kualitas (pendidikan) itu juga ada di perguruan tinggi swasta,” pungkasnya.(dan)

Related posts

Wisudawan Tertua ITS Lulus Cumlaude

Rizki

Kabupaten Klungkung Belajar Kelola Sampah di Sidoarjo

Rizki

Kabupaten Malang Terbanyak Lakukan Kegiatan SPAB

Rizki