
Kediri. NEODEMOKRASI. COM.
Kegiatan reses hari kedua yang digelar M Hadi Setiawan anggota Komisi B, DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar di Dapil Jatim VIII, berjalan lancar.
Kegiatan yang digelar tepatnya di Balai desa Jatirejo berhasil menyerap aspiraai beragam dari warga yang datang dari berbagai wilayah Kediri. Tepanya, berasal dari desa Tarokan, Glogol, Jabon, Ploso, Tiron dan dusun sekitarnya.
Dihadiri sekitar 125 warga masyarakat yang berasal dari mayoritas petani dan sebagian pelaku UKM dan perajin kesenian Jaranan. Di hadapan wakil rakyatnya, Hadi meminta warga warga bebas menyampaikan uneg uneg dan permintaan bantuan. Ia berjanji akan mencarikan jalan untuk merealisasikan bantuan yang dibutuhkan warga.
Didampingi Kepala desa Jatirejo , dan anggota dewan dari DPRD Kabupaten Nganjuk Netty Cahyawati serta pengurus Golkar Kabupaten Kediri Sri Andayani , pihaknya menampung berbagaii usulan, keluhan bahkan keluh kesah warga masyarakat yang hadir. Warga berharap mendapat solusi dari wakil rakyat yang berangkat dari Dapil Jatim VIII meliputi kota dan kabupaten Kediri.
“Njenengan minta apa sampaikan saja, nanti kita invetarisir, kami akan carikan cara dan jalan untuk bisa merealisasikan bantuan yang dibutuhkan. Tapi saya bersama Bu Netty yang anggota dewan Kabupaten Kediri mohon didoakan agar kami bisa amanah dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat dan mampu memenuhi aspirasi warga masyarakat” kata politisi Golkar M Hadi Setiawan
” Begini Pak, di daerah saya setiap hujan terjadi banjir. Meskipun tidak lebat, tetap terjadi banjir dan got got dalam kondisi penuh, mohon bantuannya” kata ibu Yuni yang berasal dari desa Jabon Utara.
Mennggapi problem banjir ini Hadi Setiawan menyarankan agar berkoordinasi dengan RT dan RW setempat
“Coba berkoordinasi dengan RT dan RW , supaya bisa mengumpulkan 50 orang untuk kerja bakti bersama mengangkat masalah penyebab banjir ,Insya Allah masalah bisa diselesaikan bersama sama ” sarannya.
Sementara warga RT 5 RW 1, dari Dusun Klaban minta dibantu penyediaan kamar mandi dan bantuan penyediaan tempat wudhu untuk musholla. Demikian juga permintaan salah satu warga dari dusun Tiron yang juga meminta bantuan yang sama.
Sementata Ibu Yuntari dari RT 9 desa Dawung minta ada bantuan perbaikan saluran got desa Jatirejo. Sementara bapak Zaenal dari dusun Jajar, meminta bantuan penyelesaian pembangunan masjid yang sudah rampung dah berdiri tapi belum ada perlengkapan kamar mandi karena ketiadaan dana.
Uniknya Mbah Joko (68) dari dusun Kranjingan Manyaran, yang sehari harinya berprofesi sebagai pengrajin kuda lumping jaran kepang sejak 1977, menyampaikan keluhannya perihal usahanya yng bangkrut sejak kena pandemi covid 19. Bahkan, pengrajin yang sama yang beranggotakan 5 orang, juga semuanya mengalami nasib sama sama bangkrut. Untuk itu, ia meminta bantuan modal usaha agar bisa bangkit dari keterpurukan.
“Insya Allah kami bantu tidak usah menunggu cairnya bantuan yang masih tahun 2026, tapi saya minta agar anggotanya ditambah ya, bagaimana mencari tambahan anggota nah nanti dirumuskan dengan teman teman” kata Hadi
Permintaan bantuan yang lain adalah adanya bantuan perbaikan jalan desa, yang menjadi jalan akses menuju bandara. Karena padatnya kendaraan dari dan menuju bandara, sehingga kondisinya rusak dan membutuhkan pelapisan jalan.
Terrakhir permintaan petani tembakau dari desa Banyakan yang mengalami kendala dalam proses mengeringkan tembakau yang sudah dirajang. Karena kurangnya sinar matahari akibat hujan. Efek tembakau yang kurang sibar matahari menjadi kuning sehingga tidak laku dijual. Ini menjadi beban tersendiri bagi petani, karena begitu hasil panen tidak laku dijual, tidak ada peluang lagi untuk menghasilkan uang. Untuk itu, petani membutuhkan oven untuk mengeringkan tembakau.
Politisi Golkar ini menyanggupi baru bisa merealisasikan bantuan pada 2026, yang saat ini masih dalam proses pengajuan. Sesuai rencana baru akan cair pada 2026.
“Secara kebetulan, rata rata konstituen yang hadir adalah dari kelompok orang orang yang sudah pernah mendaoat bantuan dari program reses anggota DPR RI dari Golkar sebelumnya, yakni , Pak Sarmuji. Bantuan beragam baik dari kementerian maupun CSR telah dirasakan manfaatnya oleh warga serta efektif dalam memberikan solusi berbagai permasalahan warga.” Jelas anggota Komisi B DPRD Provinsi Jatim ini.
Pihaknya juga sudah mengfasilitasi Ibu Nur salah satu pengusaha produksi Rempeyek yang saat ini sudah berhasil memprodukai hingga 10 kg perharinya.
” Kami juga sudah memediasi adanya pinjaman modal dengan bunga ringan dengan salah satu BPR, tapi mereka justru takut hutang. Kami juga bantu membikinkan ruangan untuk penggorengan. Tapi meskipun tanpa pinjaman modal mereka bisa maju berkembang dengan jumlah produksi yang meningkat dan pemasaran yang berkembang sampai luar kota ” jelas Hadi
Dari beberapa pelaku UMKM yang menjadi binaan yang terdapat di beberapa desa dan kecamatan Dapil Jatim VIII sekarang kondisinya semaki membaik. Jualannya semakin laris. Ke depan pihaknya akan memberikan pelatihan pelatihan lebih intensif. Baik soal peningkatan mutu dan kualitas produksi, kemasan hingga tehnik pemasaran. Harapannnya UMKM di wilayah Dapil Jatim VIII semakin berkembang, mandiri dan maju Sehingga upaya untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat tercapai.
“Pelatihan tetap kita intensifkan, kalau perlu permodalan juga dibantu. Soal pelatihan pemasaran juga paling utama. Tapi mayoritas sudah mampu produksi i dengan modalnya sendiri, mereka bisa mempacking dengan caranya sendiri. Tetapi mereka tidak bisa memasarkan lebih luas, hanya terbatas lewat tetangga-tetangga saja. Kami juga sudah memberikan pelatihan Digital Marketing yang difasilitasi pemerintah melallui dinas UMKM, termasuk pengurusan NIB.. Problemnya sama, mereka itu memang belum mengerti betul tentang fungsi NIB. Mereka khawatir kalau ada INIB mereka akan kena pajak. Dengan modal. usaha yang pas pasan mereka takut semakin terbebani. Jadi yang terpenting mensosialisasikan pemahaman tentang pajak. ” pungkas Politisi Golkar ini. ( nora)
