
Sidoarjo, NEODEMOKRASI.COM – Dosen serta mahasiswa Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan Stikes Hang Tuah Surabaya menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu dengan anak balita.
Kegiatan yang bertema Optimalisasi Perlindungan dan Kerahasiaan Data Pribadi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita di Banjar Kemuning, diselenggarakan pada Rabu dan Kamis (5-6/11) di Balai Desa Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. PkM ini juga sebagai upaya mendukung perlindungan dan kerahasiaan data pribadi maupun data kesehatan individu.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian akademisi terhadap peningkatan pengetahuan perlindungan dan kerahasiaan data pribadi di daerah pesisir. Acara ini dihadiri kader posyandu, ketua BPD, sekretaris desa, ibu hamil, dan menyusui.
Sekretaris Desa Alimin menyampaikan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada dosen dan mahasiswa Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan Stikes Hang Tuah Surabaya yang menggelar kegiatan ini.
“Desa Banjar Kemuning mendukung terselenggaranya kegiatan ini karena sejalan dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah berupa Integrasi Layanan Primer (ILP) yang mengintegrasikan seluruh layanan kesehatan, termasuk posyandu,” kata Alimin.
Pengetahuan tentang perlindungan kerahasiaan data ibu dan anak balita merupakan suatu hal yang sangat penting. Hal tersebut perlu menjadi perhatian khusus mengingat catatan kesehatan dibawa sendiri oleh ibu.
Terselenggaranya masyarakat yang berdaya terhadap pengetahuan kerahasiaan data, penting bagi setiap lapisan masyarakat. “Peran dari kader posyandu dapat mengingatkan ibu hamil maupun ibu balita untuk tidak memberikan informasi kesehatan pada buku kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Atika Mima Amalin menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi maupun catatan kesehatan ibu dan anak balita yang merupakan data vital.
“Buku Kesehatan Ibu dan Anak memang tidak disimpan oleh puskesmas maupun posyandu. Buku tersebut merupakan tanggung jawab masing-masing ibu, sehingga perlu adanya mawas diri untuk menjaga kerahasaan data pribadi maupun riwayat kesehatan ibu dan anak. Pasalnya, catatan ini berisi tentang banyak informasi kesehatan yang harus dijaga kerahasiaannya,” tambah Atika Mima Amalin.
Dalam kegiatan ini, dosen dan mahasiswa melakukan sosialisasi melalui pemberian edukasi mengenai pentingnya kerahasiaan data pribadi dan catatan kesehatan ibu dan anak balita pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu dalam menjaga kerahasiaan data.
Dosen dari Stikes Hang Tuah Surabaya berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini. Tetapi dapat berkelanjutan demi menciptakan keamanan data pribadi. Serta berperan dalam mewujudkan sistem informasi kesehatan yang aman dan terpercaya.
Melalui kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan upaya peningkatan pengetahuan perlindungan data ini mampu membawa perubahan nyata dalam masyarakat khususnya wilayah pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana akademisi berperan tidak hanya sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.(dan)
