Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Stefanny Angela, mahasiswi Teknik Kimia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), berhasil terpilih sebagai Juara Pilmapres 2020 untuk kategoti Mahasiswa Penginspirasi pada Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional 2020.
Karya unggulannya adalah masker biodegradable yang dibuat dari bahan baku pohon limbah. Masker ini merupakan antivirus, antibakteri, dan antijamur. Juga memiliki keunggulan bisa menghirup CO2 sendiri dan bisa digunakan sampai 8 jam.
Sebelumnya, dia juga berhasil meraih juara 1 pemilihan mahasiswa berprestasi di UKWMS lewat karya tulis tentang Sabun Minyak Intaran: Anti Bakteri dan Virus dan Anti-Jamur. Dia menyisihkan 23 peserta dari fakultas-fakultas di UKWMS.
Stefanny Angela mampu lolos pada tahap I yang diikuti 646 peserta yang terdiri dari 443 mahasiswa Program Sarjana (S1) dan 202 mahasiswa Program Diploma.yang berasal dari universitas negeri maupun swasta se-Indonesia. Pada tahap II diikuti 238 peserta yang terdiri dari 174 peserta dari jenjang sarjana dan 64 peserta dari jenjang diploma.
Ia mampu lolos sebagai finalis pada babak final (Tingkat Nasional) diikuti finalis sebanyak 41 peserta (21 finalis Program S1 dan 20 finalis Program Diploma). Pilmapres digelar oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud.
Semangat, kreatifitas, dan inovasi Stefanny dinilai telah berhasil menginspirasi dan memberikan solusi di masa pandemi Covid-19 ini. Penyelenggaraan Pilmapres kali ini berbeda dibanding tahun tahun sebelumnya. Pasalnya, proses pendaftaran peserta tidak melalui kopertis dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti), tetapi secara online ke Puspresnas.
Proses penjurian daring super selektif baik dari aspek intelektualitas maupun gagasan kreatif. Mulai computer base test, penilaian soft skill, kemampuan team work, kemampuan bersinergi dan berkolaborasi, kemampuan berdialog.Kemudian, wawasan, keterampilan, sikap, kepedulian sosial, karya unggulan dan kemampuan berbahasa asing, sebagai syarat utama sehingga ia layak menyandang gelar Mahasiswa Berprestasi.
Kemendikbud melalui Puspresnas memfasilitasi upaya menciptakan mahasiswa unggul yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual sebagai upaya mewujutkan Indonesia emas 2045. Acara yang diselenggarakan sejak Juli lalu, ditutup dengan acara penganugerahan pada 10-13 September 2020.
Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud Nizam mengatakan, kunci sukses bukan hanya IQ, EQ, tetapi adalah daya juang, tahan uji, dan kesungguhan untuk mencapai tujuan jangka panjang yang bermakna.
Ia juga menekankan bahwa generasi milenial harus mengutamakan nilai kehidupan. Nilai kehidupan ini selaras dengan nilai nilai keutamaan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Kampus Terakreditasi A, yakni PeKA (Peduli, Komit, Antusias).(nor/dan)
