
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan kunjungan langsung dalam rangka monitoring Kampung Pancasila di Balai RW 9 Lemah Putro, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Sabtu (21/2). Dalam pertemuan hangat dengan warga tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi menekankan pentingnya transparansi data kemiskinan dan semangat gotong royong sebagai wujud nyata nilai-nilai Pancasila.
Wali Kota Eri Cahyadi mengapresiasi sistem kemandirian yang telah berjalan di RW 9 Lemah Putro. Ia mencatat bahwa wilayah ini telah memiliki dana sosial mandiri untuk membantu warga sakit sebesar Rp 250.000 per orang serta bantuan sekolah.
“Pancasila itu tidak lagi hanya dalam lisan, tapi dalam langkah dan perbuatan. Saya bangga dengan RW 9 ini karena sudah menjalankan Kampung Mandiri. Data keluarga miskin kita rekap, mana yang di-cover pemerintah kota dan mana yang dibantu melalui swadaya mandiri RW, sehingga bantuan tidak menumpuk dan bisa digunakan bersamaan setiap bulan,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi.
Wali Kota Eri Cahyadi memuji inovasi pengelolaan lingkungan melalui pemilahan sampah dari rumah yang sudah berjalan di RW 9 Lemah Putro. Hasil penjualan sampah tersebut dikembalikan kepada warga sebesar 20 persen, yang merupakan implementasi dari konsep Smart Environment.
Tak lupa, Wali Kota Eri Cahyadi juga mengajak warga yang telah sejahtera di lingkungan RW 9 Lemah Putro untuk mau membantu tetangganya yang masih kekurangan. Ia menekankan agar zakat, infak, dan sedekah dari warga Surabaya diprioritaskan untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan.
“Saya ingin RW 9 Lemah Putro ini menjadi contoh bagi RW-RW lainnya di Surabaya. Jika RW-nya gerak, PKK-nya gerak, KSH-nya gerak, dan warganya kompak, maka kesejahteraan itu pasti tercapai,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua RW 9 Lemah Putro Agung Diponegoro menyambut baik kehadiran Wali Kota Eri Cahyadi. Baginya, kunjungan ini merupakan bukti nyata perhatian pemimpin kepada warganya. “Melalui kunjungan ini, kami bisa berdialog dan menyampaikan aspirasi serta keluh kesah warga secara langsung kepada Bapak Wali Kota Eri Cahyadi,” ujar Agung.
Agung memaparkan bahwa RW 9 telah berhasil menerapkan konsep Kampung Mandiri. Salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi seperti budi daya lele dan Kas Kampung Madani yang dikelola secara swadaya.
“Kami memiliki sistem perlindungan sosial mandiri. Di antaranya bantuan kesehatan sebesar Rp250.000 untuk warga yang sedang sakit (dirawat di rumah sakit) dan santunan kematian Rp400.000. Inilah lini ekonomi yang terus kami jalankan di Lemah Putro dengan solidaritas dan gotong royong,” pungkasnya.(dan)
