Neo-Demokrasi
Headline Kesra Umum

Hindari Daging Gelonggongan, Perketat Pengawasan Masuknya Sapi

Aktivitas yang ada di RPH Kota Surabaya.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Surabaya menggandeng Bahtsul Masail Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya membahas penyembelihan sesuai syariat Islam. Pembahasan ini dilakukan di Aula Kantor PCNU Surabaya pada Senin (12/10) lalu.

Kolaborasi ini disambut baik oleh Dewan Penasihat Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Surabaya, M. Isa Ansori. Menurutnya, upaya yang dilakukan oleh PT RPH Surabaya Perseroda dapat meningkatkan kepercayaan publik dalam melakukan proses penyembelihan sesuai syariat Islam sehingga layak konsumsi.

“Kebanyakan konsumen tidak memiliki cara untuk memastikannya. Mereka percaya kepada pedagang, membawa daging pulang, lalu menyajikannya untuk keluarga. Kepercayaan inilah yang seharusnya dijaga. Sebab, urusan pangan bukan sekadar jual beli, melainkan menyangkut kesehatan, kejujuran, dan keselamatan manusia,” kata Isa, Rabu (14/10).

Isa menyebutkan, dalam forum tersebut juga membahas hukum sapi gelonggongan menurut Islam. Isa menerangkan, persoalan ini bukan hanya menyangkut ketentuan agama, akan tetapi juga etika perdagangan dan hak konsumen untuk memperoleh daging yang halal, thayyib, higienis, serta layak dikonsumsi.

Isa menegaskan, praktik menggelonggong sapi dengan memasukkan air secara paksa sebelum penyembelihan demi menambah berat timbangan merupakan persoalan serius. Praktik semacam ini berpotensi menjadi bentuk manipulasi yang merugikan pembeli.

“Pembahasan Bahtsul Masail penting untuk membangun pemahaman bersama di kalangan jagal, pedagang, dan masyarakat. Namun, penjelasan hukum keagamaan tidak boleh berhenti sebagai wacana, harus menjadi pijakan bagi edukasi, pengawasan, dan perbaikan tata niaga daging di Surabaya,” tegasnya.

Isa menyebutkan, berdasarkan data dari PT RPH Surabaya Perseroda bahwa kebutuhan daging sapi masyarakat Kota Surabaya diperkirakan mencapai 48–52 ton per hari. Sementara itu, hasil pemotongan RPH Surabaya rata-rata menghasilkan 22–25 ton karkas per hari. Dengan demikian, RPH memenuhi sekitar 46 persen dari kebutuhan daging sapi masyarakat Kota Surabaya.

Dari data ini, lanjut dia, memperlihatkan besarnya kebutuhan pangan yang harus dipenuhi melalui berbagai jalur pasokan. Banyaknya permintaan pasokan bisa menjadi celah adanya daging berasal dari luar RPH Surabaya sehingga bisa menjadi celah masuknya daging hasil gelonggongan.(dan)

Related posts

Kecamatan Tandes Juara 1 SKK Se-Jatim

Rizki

Jadi Dosen, WN Singapura Dideportasi Kanwil Kemenkum HAM Jatim

Rizki

Perlunya Menguasai Fitur Kendaraan dari Manual Book

Rizki