
Surabaya. NEODEMOKRASI. COM. Dr Benjamin Kristtianto MARS mengatakan bahkan konsep sekolah Rakyat yang digagas Presiden Praowo sangat ideal. Selain menyediakan fasilitas perlengkapan kebutuhan sekolah lengkap, juga disediakan makan dan akomodasi yang layak. Sehingga tidakk ada alasan yang masuk akal jika ada beberapa calon siswa yang mundur karena persoalan kurangnya fasilitas.
” Kalau kamu gak ada uang mau seragam atau kamu punya bekas misalnya itu tidak dilarang jadi nggak boleh ada biaya-biaya tambahan lain tapi kalau buat kalau keluarganya ataupun orang punya bolehlah beli tidak ada paksaan jadi istilahnya baik penerimaan secara pembeli maupun penambahan biaya ” ujar politisi Gerindra ini.
Lebih jauh dijelaskannya bahwa di sekolah-sekolah pemerintah terutama tidak boleh ada pemaksaan atau penambahan pilihan. Kalau pada akhirnya ditemukan ada guru Sekolah Rakyat yang mengundurkan diri , ada beberapa faktor penyebabnya.
” Mungkin mereka tidak mengerti konsepnya ini. Padahal konsep ini kan membantu rakyat. Nah begitu mereka tahu bahwa mereka punya tanggung jawab besar, mental mereka mungkin yang belum kuat. Sebenarnya adalah membentuk mental yang orientasinya membantu rakyat. Saya misalnya seorang dokter, saya orientasi kalau ngobatin pasien bukan uang dulu. Tetapi kepuasan batin bagaimana kita bisa menyembuhkan pasien dan dia mengucapkan terima kasih itu nilai rupianya lebih besar daripada rupiah. ” ujarnya.
Menurutnya mestinya kepala sekolah ataupun guru-guru di sekolah rakyat apabila dia mengundurkan diri, berarti dia belum siap mentalnya untuk membantu rakyat-rakyat tidak mampu. Karena kan yang di sekolah rakyat kan desil 1 dan desil 2, artinya mereka yang nggak mampu. Berarti mental mereka tidak siap untuk menjadi… guru ataupun kepala sekolah yang tujuan akhirnya ingin membentuk generasi muda yang baik. Jadi bukan orientasinya rupiah. Tapi orientasinya adalah bisa membentuk suatu generasi muda yang pintar.
Kunjungan anggota Komisi E DPRD Jatim ke beberapa sekolah Rakyat yang ada diMojokeeto, Jombang dan Lamongan sedikit banyak membeli gambaran kongkrit dan komprehensif seperti apa fasilitas yang disediakan pemerintah untuk anak anak tidak mampu” cerita.pemilik klinik Sheila Medika ini.
” Jadi kita sudah datang bahkan sampai mengetes makannya juga, bahkan melihat asramanya. Saya ada foto saya tidur di asrama mereka, kita ngetes kasurnya ini layak atau tidak, tempatnya layak atau tidak. Biasa, bisa. Jadi sebenarnya udah kita sidak dulu gitu-gitu. Kan baru tiga sekolah kan, Mojckerto, Jombang, sama Lamongan. Jawa Timur ada dua belas sekolah nanti pasti akan kami kunjungi semuanya” pungkasnya. ( nora)
