Neo-Demokrasi
Headline Politik Pemerintahan Umum

Pawang Tunggangi Anak Gajah, Wali Kota Perintahkan Manajemen KBS Diperiksa

Unggahan di media sosial terkait anak gajah di Kebun Binatang Surabaya.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengambil tindakan tegas menyusul polemik anak gajah Rocky di Kebun Binatang Surabaya (KBS) ditunggangi oleh pawang atau mahout. Meskipun belum ada laporan resmi yang diterima, Pemkot Surabaya akan bergerak cepat dengan menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh.

Eri menyatakan bahwa informasi terkait Gajah Rocky, yang diduga dimanfaatkan untuk ditunggangi, telah menjadi perhatian serius.  “Terkait informasi mengenai Gajah Rocky di Kebun Binatang Surabaya (KBS), khususnya dugaan penggunaan gajah tersebut untuk ditunggangi atau dimanfaatkan dalam kegiatan pelatihan dan perawatan, kami telah mengambil langkah segera,” ujarnya, Selasa (14/10).

Langkah awal yang diambil adalah menginstruksikan asisten II Perekonomian dan Pemerintahan untuk melakukan klarifikasi dan evaluasi mendalam. Eri menekankan bahwa inti dari evaluasi ini adalah memastikan kepatuhan terhadap standar kesejahteraan satwa.

“Kami telah menginstruksikan asisten II untuk segera melakukan klarifikasi mendalam dan evaluasi. Evaluasi ini fokus pada ketentuan usia gajah. Apakah gajah pada usia tersebut diizinkan untuk dinaiki atau dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu,” jelasnya.

Menurut informasi yang beredar, anak gajah Rocky baru berusia sekitar satu tahun dan memiliki batas kemampuan menahan beban yang rendah. Sehingga praktik penunggangan manusia dikhawatirkan dapat membahayakan fisik dan perkembangannya.

Kesulitan ini tidak hanya berhenti pada klarifikasi internal. Eri memastikan bahwa kasus dugaan eksploitasi satwa ini telah diserahkan ke lembaga pengawas. “Masalah ini saat ini juga sedang dalam proses pemeriksaan di Inspektorat. Kita akan menunggu hasilnya,” tegas dia.

Eri mengakui bahwa informasi mengenai praktik penunggangan anak gajah ini baru pertama kali ia terima. Oleh karena itu, langkah tegas diambil untuk memastikan apakah praktik tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku atau merupakan pelanggaran.

Meski demikian, Eri berjanji akan menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka kepada publik setelah Inspektorat dan Asisten II menyelesaikan tugasnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Humas KBS Lintang Ratri Sunarwidhi sudah memberikan klarifikasi soal gajah ditunggangi oleh mahout atau pawang untuk perawatan satwa.

“Gajah dinaiki untuk tujuan pelatihan agar gajah terlatih terbiasa dengan mahout untuk tujuan perawatan dan penanganan medis,” ungkapnya, Jumat (10/10).

Mahout yang naik gajah dipastikan punya berat badan paling ringan dan hanya dinaiki dalam waktu singkat.

“Gajah tersebut dinaiki hanya dalam waktu yang singkat dengan tujuan pelatihan agar terbiasa dangan perawatan dan penanganan. Mahout yang menaiki adalah mahout dengan berat badan yang paling ringan. Dan pelatihan itu hanya dilakukan dalam waktu singkat,” tegasnya.

Aksi itu disebarkan di akun TikTok @neyba yang memotret foto gajah ditunggangi orang di KBS. Unggahan itu disertai caption atau keterangan yang menerangkan tindakan penyiksaan hewan.

“Anak gajah Rocky baru berusia 1 tahun sekian bulan, maksimal berat tubuhnya 250 kilogram. Jadi bobot maksimal yang dia mampu bawa hanya 30 kilogram. Sedangkan manusia pasti di atasnya 50 kilogram kan?,” beberapa kalimat yang tercantum dalam caption.(dan)

Related posts

PGN dan PRPP Kerja Sama Penyediaan Gas GRR Tuban

Rizki

Ratusan Petugas Parkir Belum Perpanjang KTA

Rizki

Nenek Berdaster Curi 1 Boks Susu di Minimarket

Rizki