
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Poster promosi yang menampilkan sejumlah perempuan mengenakan seragam anggota Polri dan mencantumkan nama Zona Club Group Rasa Sayang, menuai kecaman. Poster ini tertempel di status WhatsApp Mami Henny Zona Club Group. Kasus ini menuai perhatian karena penggunaan seragam beratribut menyerupai seragam institusi Polri.
Menanggapi viralnya poster tersebut, Polsek Genteng telah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang karyawan Club Zona Rasa Sayang yang diduga berkaitan dengan pembuatan poster tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya membenarkan adanya pemeriksaan terhadap lima orang terkait persoalan poster yang beredar. Namun, untuk keterangan lebih lanjut, pihaknya menganjurkan awak media melakukan konfirmasi langsung kepada Kasi Humas Polrestabes Surabaya.
Sementara itu, Owner Rasa Sayang Grup Heri Kuncoro menyampaikan permintaan maaf kepada institusi Polri atas penggunaan seragam dalam poster yang dibuat oleh individu karyawannya. “Pertama saya sebagai owner Rasa Sayang Grup menyampaikan permintaan maaf kepada Polri atas kekhilafan individu karyawan Rasa Sayang Zona,” ujar Heri dalam keterangannya, Selasa (15/9).
Heri menjelaskan, pembuatan poster tersebut disebut bukan bagian dari promosi resmi maupun event yang digelar Zona Club. Menurutnya, poster dibuat atas inisiatif pribadi sejumlah karyawan untuk kebutuhan internal grup WhatsApp.
“Pembuatan pamflet di media sosial itu murni dari inisiatif individu karyawan kami untuk kalangannya sendiri, bukan promo event outlet. Di situ juga tidak tercantum tanggal dan event artisnya,” jelasnya.
Ia menyebut poster tersebut awalnya dibuat sekadar untuk dibagikan di lingkungan internal karyawan dan bukan untuk dipublikasikan sebagai materi promosi resmi Zona Club.
Heri juga mengungkapkan bahwa gambar perempuan yang mengenakan seragam Polri dalam poster tersebut merupakan hasil editan menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI). Menurut pengakuan karyawan yang terlibat, penggunaan seragam dalam gambar tersebut tidak dimaksudkan untuk merendahkan atau mencemarkan nama baik institusi Polri.
Heri menyebut, para karyawan yang membuat gambar tersebut justru mengaku memiliki rasa bangga terhadap institusi Polri. Bahkan, menurutnya, ada karyawan yang sejak kecil bercita-cita menjadi polisi wanita (polwan).
Heri mengatakan pihak manajemen telah memberikan teguran kepada karyawan yang terlibat setelah mengetahui poster tersebut menjadi viral. Ia juga membenarkan bahwa persoalan tersebut kini telah ditangani pihak kepolisian dan sejumlah karyawan telah menjalani pemeriksaan. “Masalah ini sudah ditangani pihak berwajib dan benar tim individu karyawan kami sudah diperiksa polisi,” tegasnya.(dan)
