Neo-Demokrasi
Headline Jatim Kesra

BPBD Jatim Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana di Pondok Pesantren

Salah satu pesantren yang mendapatkan pelatihan SPAB.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Sebagai aksi nyata upaya perwujudan Pesantren Tangguh Bencana (Pestana) di Jatim, dalam sepekan ini, Selasa-Sabtu (11-15/11), BPBD Jatim menggelar peningkatan kapasitas kebencanaan di tiga pondok pesantren di Kabupaten Malang.

Kegiatan bertajuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) ini dilangsungkan secara maraton di Ponpes An-Nur 3 Bululawang, Ponpes Salafiyah Shirothul Fuqoha’ Gondanglegi, dan Pendidikan Ponpes Islam (PPPI) Al-Hikmah Tumpang. Semuanya di Kabupaten Malang.

Selain pengenalan potensi bencana dan strategi penanganannya, pelatihan yang digelar sebagai tindak lanjut lahirnya keputusan Gubernur Jatim tentang Tim Pesantren Tangguh Bencana (Pestana) Provinsi Jatim. Ini juga ditandai dengan simulasi evakuasi bencana gempa bumi dan pemadaman kebakaran.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih yang hadir bersama Plt. Kabid PK BPBD Jatim Dadang Iqwandy menegaskan, pelaksanaan SPAB di tiga pondok pesantren ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para santri, ustaz dan ustazah agar bisa lebih awaraness terhadap bencana.

Konsepnya, ditekankan pada disaster risk reduction atau pengurangan risiko bencana. “Kita tidak ingin lagi ada bencana di pesantren. Karenanya, pola pikir dan pola tindak kita harus sesuai dengan ketangguhan bencana,” tegasnya.

Plt. Kabid PK BPBD Jatim yang juga selaku Koordinator Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Tim Pestana Jatim Dadang Iqwandy menambahkan, ada tiga pilar utama yang ditekankan dalam kegiatan SPAB ini. Yakni, fasilitas pendidikan aman bencana, manajemen penanggulangan bencana, dan pendidikan pengurangan risiko bencana.

“Selain itu, juga dilakukan assessment terhadap bangunan yang ada di lingkungan pondok pesantren. Harapannya, agar bisa diidentifikasi lebih awal hal-hal yang dimungkinkan berisiko menimbulkan bencana,” harapnya.

Ia juga mengungkapkan, berdasar data Kemenag Jatim, jumlah pondok pesantren di Jatim sebanyak 7.347 unit, dengan santri sekitar 297.506 orang.  Dengan jumlah pondok sebanyak itu, maka perlu dukungan dari berbagai pihak agar target capaian Pestana ke depan bisa lebih cepat.

Pengasuh Ponpes An-Nur 3 Bululawang Gus Taufiqurrahman mengaku sangat berterima kasih dengan adanya pelatihan SPAB di pondoknya. Sebab, dengan kegiatan ini, para santri, ustaz, maupun ustazah bisa memahami upaya kesiapsiagaan terhadap bencana. Utamanya, banjir dan angin kencang yang biasa terjadi di sekitar pesantren.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada BPBD Jatim, Bu Hikmah selaku anggota DPRD Jatim dan para fasilitator yang telah melatih para santri. Kami yakin, pengetahuan ini sangat bermanfaat dalam mendukung upaya kesiapsiagaan di lingkungan pesantren kami,” ujarnya.

Syahrul Mubarok, salah satu santri yang terpilih sebagai ketua Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS) juga mengaku senang dengan pelatihan yang diterima.  “Dengan edukasi yang diberikan kepada para santri, akhirnya kami tahu dan lebih siaga terhadap bencana,” ujarnya.

Sementara, hadir juga dalam kesempatan ini, Tim BPBD Kabupaten Malang, relawan SRPB Jatim selaku fasilitator, dan Tim Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) BPBD Jatim.(dan)

Related posts

Ika FISIP Unair dan Paiton Energy Latih Relawan Semeru

Rizki

Ayah Kandung Cabuli Anaknya Sendiri yang Masih Duduk di Bangku TK

Rizki

Cegah Pencemaran, Manfaatkan Air IPAL Komunal

Rizki