Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Seorang ASN Sidoarjo Turut Ditangkap gegara Ikut Pesta Gay Massal

Pria yang dimintai keterangan usai ikut pesta seks sesama jenis di hotel Surabaya.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Seorang aparatur sipil negara (ASN) Sidoarjo turut ditangkap saat penggerebekan 34 orang pria yang diduga menggelar pesta seks sesama jenis di sebuah hotel Surabaya, Minggu (19/10) dini hari.

Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @samaptapolrestabessby, terlihat aparat kepolisian bertanya kepada seorang pria yang diduga ikut dalam pesta seks sesama jenis.  “PNS pangkat golongannya apa? 3, 3 apa? 3A, golongan 3 A,” kata aparat kepolisian dalam video yang diunggah @samaptapolrestabessby.

Menanggapi hal tersebut, Kanit Pelayanan dan Perlindungan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, Iptu Eddie Octavianus Mamoto membenarkan informasi yang ada di dalam video itu. “Iya (ada ASN yang ditangkap saat pesta seks sesama jenis),” kata Eddie, ketika dikonfirmasi, Senin (20/10).

Selain itu, kata Eddie, pria dalam video tersebut tercatat sebagai ASN Sidoarjo. Sedangkan, pihaknya masih melanjutkan proses penyelidikan terkait penangkapan tersebut. “ASN 1 orang Sidoarjo, sebentar ya untuk namanya (pria yang ditangkap). Mohon waktu,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi datang menggerebek pesta gay di salah satu kamar Hotel Midtown Residence di kawasan Ngagel Surabaya pada Sabtu (18/10) malam. Sebanyak 34 pria diamankan petugas dalam acara pesta tersebut.

Saat petugas mendobrak pintu kamar, puluhan pria di dalam ruangan langsung panik. Sebagian mereka saat itu sedang keadaan tanpa pakaian. Kasat Samapta Polrestabes Surabaya AKBP Erika Purwana Putra menjelaskan, penggerebekan itu dilakukan bersama Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Polsek Wonokromo. Operasi tersebut berawal dari laporan masyarakat yang curiga dengan aktivitas tidak wajar di salah satu kamar hotel. “Polsek Wonokromo dan Satreskrim Polrestabes Surabaya mengamankan pesta seks sesama jenis di kamar Hotel di Surabaya. Totalnya ada 34 orang,” ujar Erika, Minggu (19/10).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para peserta pesta seks tersebut berasal dari berbagai daerah, antara lain Surabaya, Sidoarjo, Malang, hingga Bandung.

Selain melakukan pemeriksaan identitas dan tes kesehatan, polisi juga menelusuri kemungkinan adanya tindak pidana lain. Termasuk penyebaran undangan kegiatan tersebut melalui media sosial.

Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan memeriksa barang bukti yang diamankan di lokasi kejadian. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. “Semua masih kami dalami. Termasuk apakah ada unsur pelanggaran pidana atau tindak asusila yang dapat dijerat dengan pasal tertentu,” tambah Iptu Mamoto.

Polrestabes Surabaya menyatakan akan menyampaikan hasil pemeriksaan lebih lanjut setelah seluruh proses klarifikasi dan penyelidikan selesai dilakukan.(dan)

Related posts

ITS Sambut Kunjungan Dubes Swedia

Rizki

Ika Unair Sidoarjo Akhiri Baksos dengan Bincang Bareng dan Pembagian Bibit

Rizki

Jumlah Limbah Medis Melonjak Drastis

Rizki