Neo-Demokrasi
Headline Kesra Umum

Antrean Online Puskesmas Dikeluhkan Warga Surabaya

Wali Kota Surabaya saat sidak Puskesmas Medokan Ayu.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pemkot Surabaya berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas. Upaya ini dilakukan melalui pembenahan sistem antrean online, penyeragaman standar pelayanan, serta peningkatan kenyamanan fasilitas kesehatan bagi masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Puskesmas Medokan Ayu, Selasa (13/10) lalu. Sidak dilakukan menyusul keluhan warga mengenai perbedaan nomor antrean yang diperoleh melalui aplikasi e-Health dengan nomor antrean saat tiba di puskesmas.

“Jadi, ada laporan yang masuk melalui hotline saya mengenai seorang warga yang mendaftar melalui e-Health dan mendapatkan nomor antrean 20. Namun, ketika tiba di lokasi, nomornya berubah menjadi 78,” ujar Eri, Minggu (18/10).

Dari hasil pengecekan, Eri menemukan adanya kekeliruan dalam penerapan mekanisme antrean, terutama bagi pasien yang datang terlambat. Menurutnya, sistem tersebut perlu diperbaiki agar memberikan kepastian dan kejelasan alur pelayanan kepada masyarakat.

“Setelah saya periksa, memang ada yang kurang tepat. Ada kekeliruan sistem di Puskesmas Medokan Ayu ini. Apa kekeliruannya? Ketika ada pasien baru yang datang terlambat, langsung diberikan nomor antrean baru. Padahal, seharusnya tidak seperti itu. Jika ada pasien yang terlambat, antreannya dilewati lima nomor terlebih dahulu, baru kemudian pasien tersebut diperiksa,” katanya.

Ia menegaskan, mekanisme antrean di seluruh puskesmas harus diseragamkan dengan sistem yang diterapkan di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie. Penyeragaman ini diharapkan dapat menciptakan alur pelayanan yang lebih tertib sekaligus mencegah kebingungan pasien. “Jadi, sistem ini harus kita atur kembali agar sama dengan yang diterapkan di Rumah Sakit Soewandhie. Semua puskesmas harus memiliki standar pelayanan yang sama,” tegas Cak Eri, sapaan lekatnya.

Selain mengevaluasi sistem antrean, Cak Eri turut memeriksa kondisi bangunan dan ruangan di Puskesmas Medokan Ayu. Ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya memastikan pembenahan fasilitas kesehatan dilakukan secara menyeluruh.

“Saya tidak hanya memeriksa antreannya, tetapi juga melihat kondisi gedungnya. Karena itu, saya memerintahkan kepala Dinas Kesehatan agar pada 2027 seluruh puskesmas di Surabaya harus menjadi lebih baik,” pintanya.

Selain itu, perhatian juga diberikan terhadap kondisi ruang instalasi gawat darurat (IGD) puskesmas. Cak Eri menilai, pemilihan warna dan suasana ruangan perlu diperbaiki agar menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi pasien.

Cak Eri pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kekurangan pelayanan yang masih ditemukan. Ia menegaskan, evaluasi dan pembenahan tidak hanya dilakukan di Puskesmas Medokan Ayu, tetapi juga menjadi perhatian bagi seluruh puskesmas di Kota Pahlawan.

Menurut dia, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan layanan yang layak. Ia ingin warga yang memperoleh pengobatan gratis tetap merasakan kualitas pelayanan yang baik.

Di sisi lain, Cak Eri turut mengapresiasi tenaga kesehatan (nakes) yang selama ini bekerja melayani masyarakat. Namun, ia menilai tingginya jumlah pasien harus diimbangi dengan manajemen pelayanan yang efektif agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.

“Dengan demikian, masyarakat yang datang ke rumah sakit tidak justru bertambah sakit, tetapi bisa segera mendapatkan pelayanan yang membuat kondisi kesehatannya semakin baik,” pungkasnya.(dan)

 

Related posts

ITS Jadi Kampus Terbaik Marketing di Indonesia

Rizki

Peradi Sidoarjo akan Gelar Muscab Agustus Depan

Rizki

Pemetaan Talenta PNS dan CPNS Jatim Raih Rekor Muri

Rizki