
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Sebanyak 280 anak dari tingkat usia SD hingga SMP mengikuti khitan massal bertajuk Bersama Mewujudkan Generasi Sehat, Ceria, dan Berakhlak yang digelar oleh Pemkot)Surabaya bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Bangga Surabaya Peduli (BSP) bertempat di Gedung Wanita, Jalan Kalibokor, Sabtu (15/8). Tidak hanya ditujukan bagi warga beragama Islam, program layanan kesehatan ini juga terbuka dan diikuti oleh anak-anak non-Muslim di Kota Pahlawan.
Kegiatan dibuka langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Usai pembukaan, Eri didampingi Ketua TP-PKK, Rini Indriyani meninjau lokasi pelaksanaan khitan dan berinteraksi langsung dengan para peserta untuk memberikan semangat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan bahwa khitan massal ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial serta implementasi nilai gotong royong dalam program Kampung Pancasila. Pemkot Surabaya bersama DWP berupaya hadir membantu warga yang memiliki keterbatasan biaya untuk mengkhitankan putranya.
“Ada seorang bapak yang cerita, anaknya ingin sunat sejak kelas 3 SD tapi baru terealisasi di kelas 4 ini karena terkendala biaya. Melalui kolaborasi DWP, Baznas, dan Bangga Surabaya Peduli, Alhamdulillah kegiatan gratis ini bisa terlaksana,” ujarnya ditemui usia acara.
Eri juga mengapresiasi peran DWP Kota Surabaya yang menjadi ujung tombak suksesnya acara sosial tahunan ini. Menurutnya, sinergi antara perangkat daerah (PD), DWP, hingga PKK sangat krusial dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Momen menarik terjadi saat Eri menyapa peserta di dalam ruangan. Ia berinteraksi dengan Akbar, murid kelas 2 SDN Banyu Urip 3 Surabaya yang tampil
berani tanpa rasa takut. Polah polos Akbar yang mengaku berani disunat demi mendapat uang jajan mencairkan suasana dan mengundang gelak tawa para undangan.
Melihat keberanian Akbar, Eri menyoroti pentingnya peran orang tua, khususnya kehadiran seorang ayah dalam mendampingi dan memberikan rasa percaya diri kepada anak saat menjalani proses khitan.“Seorang anak itu bisa berinteraksi dan berani, pasti ada seorang ayah yang sering mendampingi dia. Di sinilah peran ayah berperan untuk memberikan keberanian bagi seorang anak,” pesannya.
Dari sisi medis, pelaksanaan khitan ditangani secara profesional oleh tim medis. Pemkot Surabaya memastikan adanya pengawasan dan pemeriksaan kesehatan lanjutan (post-care) bagi seluruh peserta melalui puskesmas di wilayah masing-masing hingga masa pemulihan selesai.(dan)
