Neo-Demokrasi
Headline Jatim Kesra

MUI Jatim Gelar Sosialisasi Pengelolaan Dana Abadi Pesantren

Ketua Umum MUI Jatim KH. Abdul Halim Soebahar hadir dan membuka Sosialisasi Pengelolaan Dana Abadi Pesantren.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM– Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Trimegah Sekuritas dan Danapathi sukses menyelenggarakan Sosialisasi Pengelolaan Dana Abadi Pesantren.

Kegiatan ini diikuti oleh para pengasuh dan pengurus pondok pesantren dari berbagai daerah di Jawa Timur sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi pesantren melalui pengelolaan dana abadi yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur KH. Abdul Halim Soebahar. Dia menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat. Menurutnya, sudah saatnya pesantren mulai membangun sumber pembiayaan jangka panjang agar mampu berkembang secara mandiri.

“Pesantren merupakan benteng peradaban umat. Oleh karena itu, keberlanjutan pembiayaannya harus dipersiapkan dengan baik. Dana Abadi Pesantren menjadi salah satu ikhtiar strategis untuk memperkuat kemandirian pesantren demi kemaslahatan umat,” kata Halim, Selasa (28/7).

Ketua Komisi PDUF MUI Jawa Timur,KH. Miftah Jauhari mengatakan bahwa program Dana Abadi Pesantren merupakan salah satu agenda prioritas Komisi PDUF dalam membangun ekosistem filantropi Islam yang berkelanjutan.

“Kami ingin mendorong pesantren tidak hanya kuat dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi melalui pengelolaan dana yang profesional. Kolaborasi dengan berbagai mitra menjadi langkah strategis untuk mewujudkan hal tersebut,” tutur KH. Miftah Jauhari.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi PDUF MUI Jawa Timur M. Syafi’i menilai bahwa literasi keuangan dan investasi merupakan bekal penting bagi pengelola pesantren dalam menghadapi tantangan masa depan. “Pesantren memiliki modal sosial yang sangat besar. Dengan tata kelola yang baik dan pemahaman mengenai instrumen investasi yang tepat, Dana Abadi Pesantren dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan lembaga dan kemanfaatan yang terus mengalir bagi umat,” ungkapnya.

Dalam sesi pemaparan materi,  Head of Mutual Fund and Partnership Strategy Trimegah Sekuritas Hasbie Sukaton menjelaskan pentingnya pengelolaan dana investasi secara disiplin, transparan, dan berorientasi jangka panjang.

“Dana abadi bukan sekadar mengumpulkan dana, tetapi bagaimana dana tersebut dikelola secara profesional agar terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Edukasi seperti ini penting untuk meningkatkan literasi investasi di lingkungan pesantren,” jelas Hasbie.

Senada dengan itu, Direktur Danapathi Dedy Hendrawan, menyampaikan bahwa sinergi antara lembaga keagamaan dan sektor jasa keuangan menjadi langkah penting dalam membangun kemandirian ekonomi umat.(dan)

Related posts

Pelebaran Pertigaan Bangah-Aloha Dikebut

Rizki

SRPB Dapat Donasi APD dari Ina GL Fashion

neodemokrasi

APD Petugas Medis di RSUD Dr Soekandar Minim

neodemokrasi