Neo-Demokrasi
Headline Umum

Khofifah Saksikan Deklarasi Muslimat NU Riau untuk PBB

Khofifah mendapat sambutan hangat Muslimat NU Provinsi Riau. i

Pekanbaru, NEODEMOKRASI.COM – Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menyaksikan Deklarasi Perdamaian yang disampaikan Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Riau.

Deklarasi itu berisi sembilan imbauan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera menghentikan berbagai konflik bersenjata dan perang di berbagai belahan dunia. Serta memperkuat langkah-langkah mewujudkan perdamaian dunia yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Deklarasi tersebut disampaikan dalam rangkaian Harlah ke-80 PW Muslimat NU Provinsi Riau yang diselenggarakan di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah, Pekanbaru, Rabu (8/7).

Khofifah menyampaikan apresiasi atas lahirnya deklarasi tersebut. Menurutnya, seruan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Muslimat NU terhadap persoalan kemanusiaan global sekaligus penegasan bahwa organisasi perempuan terbesar di Indonesia itu terus mengambil bagian dalam membangun budaya damai di tingkat dunia.

“Muslimat akan terus senantiasa berjuang menyerukan perdamaian di muka bumi. Salah satunya melalui seruan kepada PBB agar seluruh pihak menjaga anak-anak, menjaga layanan pendidikan, menjaga layanan kesehatan. Termasuk menjaga keselamatan jurnalis, dan yang paling penting menjaga kehidupan kemanusiaan,” katanya.

Menurut Khofifah, semangat perjuangan Muslimat NU selama ini tidak hanya diwujudkan melalui program sosial dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga melalui kekuatan religiusitas yang menjadi fondasi gerakan organisasi perempuan terbesar di Indonesia tersebut.

Ia menilai militansi kader Muslimat NU dalam berkontribusi terhadap pembangunan keumatan menjadi modal besar dalam menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. “Muslimat NU Insya Allah merupakan organisasi yang well-organized. Kekuatan ini menjadi modal untuk terus bergerak dan memberi manfaat bagi umat,” ujarnya.

Menurut Khofifah, kader-kader Muslimat NU diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa kemaslahatan bagi umat. Mulai dari tingkat keluarga, lingkungan, hingga level kebijakan yang lebih luas. “Dengan kekuatan organisasi, penguatan sumber daya manusia, serta semangat pengabdian yang terus dijaga, Muslimat NU akan terus hadir memberikan manfaat dan menjadi bagian penting dalam menjaga perdamaian, persatuan, dan kemajuan bangsa,” pungkasnya.(dan)

Related posts

Disperinaker Surabaya Buka Pelatihan Ekspor-Impor dan K3 Gratis

Rizki

Perempuan Indonesia Harus Pahami dan Peduli Kulitnya

Rizki

Stunting Jadi Isu Utama di Raker Ika Unair Sidoarjo

Rizki