Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Mahasiswa ITS Digendam, Motor Vario Lenyap

Seorang saksi menunjukkan lokasi kejadian gendam.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Seorang mahasiswa ITS bernama Nicolas A (20), warga Karawang, Jawa Barat yang kos di Sukolilo, Surabaya, menjadi korban gendam. Aksi tipu daya yang terjadi pada Sabtu (18/4) malam di dua tempat sekaligus. Yakni Jalan Karangmenjangan, depan kantor PMI dan Jalan dr Mustopo depan Kampus A Unair, pukul 19.00 WIB.

Korban Nicolas adalah mahasiswa ITS jurusan Aktuaria Fakultas Sains ini telah melaporkan ke Polrestabes Surabaya. Laporan telah diterima dengan nomor LP/B/825/IV/2026/SPKTPolrestabesSurabaya/Polda Jawa Timur pada Sabtu 18 April 2026 pukul 21.30 WIB.

Nicolas menceritakan kasus tersebut berawal saat dirinya menjemput Irsyad, teman sekolah SMA. Setelah salat, korban Nicolas  membonceng Irsyad menuju ke Kampus B Unair. Sebab, temannya ingin melihat kampus ini terlebih dahulu. “Di tengah perjalanan ada satu motor dikendarai dua orang mencegat kita. Logat bicaranya hampir seperti Jawa tapi mirip logat Madura,” ucapnya, Senin (20/4).

Tak lama kemudian dua teman pelaku lainnya datang sehingga ada empat orang. Pelaku menuduh dua korban terlibat dalam perkelahian yang mengakibatkan adik salah satu pelaku mengalami luka dan harus dirawat medis di RSUD dr Soetomo.

“Saya dan teman ngeyel bilang ke pelaku, kenapa nggak korbannya aja dihadirkan ke sini. Di sana pelaku berupaya memisahkan saya dan teman saya,” terang Nicolas.

Dalam hitungan beberapa menit kemudian pelaku memisahkan Nicolas dan Irsyad. Irsyad dibawa pelaku ke arah tidak jauh dari lokasi. Sementara Nicolas dibawa pelaku ke arah Jalan Karangmenjangan depan kantor PMI.

Di Jalan Karangmenjangan, motor pelaku diminta untuk meninggalkan di lokasi beserta ponsel dan kunci. Namun korban Nicolas tetap membawa kunci motor. Sedangkan untuk ponsel dan foto kopi STNK ditaruh di jok motor. Dari aksi tipu daya yang terjadi terhadap mahasiswa ITS ini sempat disaksikan warga dan penjual kuliner di Jalan Karangmenjangan.

Warga yang nongkrong di Balai RW memberikan keterangan bahwa semula aksi tersebut seperti antara debitur motor dengan debt collector. “Waktu itu saya kulakan es batu Kristal, saya melawati dua anak mahasiwa dan dua orang besar bertubuh tegap. Saya sempat berhenti melihat dan sepertinya debat tentang motornya (korban). Saya kita debt collector sehingga saya kembali ke warung yang jaraknya berhadapan dengan lokasi,” akui Dino, penjual jus di sekitar lokasi.

Pelaku meminta kunci motor korban. Namun, korban tidak menyerahkan karena sudah curiga. Komplotan pelaku juga meminta korban menaruh kunci di pagar. Hal itu juga ditolak korban. “Saya terus ditampar. Kemudian mau lari saya dipukuli hingga jatuh. Namun kunci motor tetap saya pegang,” sebutnya.

Komplotan pelaku kemudian meninggalkan korban sendiri. Nicolas kemudian meminta tolong satpam di sekitar lokasi. Setelah dicek motor yang terparkir di Jalan Karangmenjangan sudah raib. “Yang hilang motor Honda Vario baru lunas, foto kopi STNK dan HP merek Redmi Note 11,” bebernya.

Atas kejadian tersebut korban sudah melaporkan kasus dugaan pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan di SPKT Polrestabes Surabaya.(dan)

Related posts

Harga Eceran Migor di Sidoarjo Mulai Naik

Rizki

Tim Gabungan Berantas Rokok Ilegal di Surabaya

Rizki

Polresta Sidoarjo Berprestasi di Kapolda Cup

Rizki