
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi rumah Anna Indrawati warga Jalan Indrapura Pasar, RT 04 RW 11, Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, pada Rabu (28/1). Di kesempatan itu, Wali Kota Eri Cahyadi ingin bersilaturahmi sekaligus memberi tawaran pekerjaan di Program Padat Karya Pemkot Surabaya.
Anna merupakan seorang driver ojek online (ojol) yang sebelumnya sempat viral di media sosial (medsos). Saat ngojek, ia sambil membawa anaknya yang masih balita. Hal ini mengundang simpati warganet hingga akhirnya direspon oleh Wali Kota Eri Cahyadi.
Dalam kunjungannya kali ini, Eri mengajak Anna beserta suaminya bekerja di Program Padat Karya. Tujuannya, agar taraf hidup pasangan suami istri (pasutri) ini lebih baik lagi ke depannya.
Di momen ini, Eri memberi pekerjaan jahit untuk Anna. Sedangkan suaminya diajak bekerja di padat karya paving. “Saya ngobrol tadi, mau nggak mengubah hidup? Sehingga saya sampaikan, ayo suaminya jangan bekerja ngojek, saya ada Padat Karya, ternyata mau. Terus yang perempuan (Anna) saya bilangin ada (Padat Karya) yang menjahit,” ujarnya.
Eri mengungkapkan, sebagai driver ojol penghasilan Anna dan suaminya hanya cukup digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan Anna memiliki anak yang masih duduk di bangku kelas 10 SMA dan satu lagi balita. Yang membuatnya semakin prihatin, Anna sering kali membawa anak balitanya ketika kerja.
Melihat kondisi tersebut, Eri pun mengajak pasutri tersebut untuk tidak lagi bekerja sebagai driver ojol. “Makanya saya datang ke rumahnya untuk pastikan yang laki-laki sudah di Padat Karya, yang perempuan sudah bisa bekerja di rumahnya untuk menjaga putrinya. Kebetulan putrinya juga sakit,” ungkapnya.
Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu mengatakan, tidak ingin warganya hanya mengandalkan dan menerima bantuan dari pemerintah saja. Maka dari itu, ia mengajak pasutri tersebut bekerja di Program Padat Karya, sebagai jalan pintas untuk mengubah nasibnya menjadi lebih baik lagi.
“Waktu saya sampaikan ke beliaunya, saya memberikan waktu empat bulan. Dalam empat bulan itu, dia bisa mengubah hidupnya dengan pendapatan yang sejahtera sehingga itu nantinya bisa menjadi inspirasi bagi warga Kota Surabaya. Jangan hanya meminta bantuan, kalau hanya terima bantuan saja, ya nggak bakal mau mengubah nasibnya,” kata Cak Eri.
Tak hanya memberi intervensi pekerjaan saja, Cak Eri juga memastikan, anak balita pasutri tersebut diberi pengobatan melalui puskesmas dan RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya. Sedangkan pengobatannya, lanjut dia, akan
Di samping itu, Kader Surabaya Hebat (KSH) RT 04, RW 11, Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Sulistyowati menambahkan, kondisi keluarga Anna cukup memprihatinkan akhir-akhir ini. Terlebih, setelah suami Anna terdampak PHK hingga akhirnya pasutri tersebut memutuskan untuk menjadi driver ojol.
“Dulu serba kekurangan dan sering konsultasi ke saya ingin dapat bantuan sekolah, lalu saya konsultasikan ke kesejahteraan rakyat (Kesra) kelurahan, akhirnya dapat bantuan. Selain itu, beliau juga mendapat bantuan PKH setelah pendataan DTSEN,” pungkasnya.(dan)
