
Sidoarjo. NEODEMOKRSI. COM. Kontraktor pemenang tender pengerjaan beberapa proyek strategis di Sidoarjo menuai masalah, tidak hanya mengalami keterlambatan (molor) di tahun 2025 dan merembet menjadi awal 2026, namun dipastikan tidak memenuhi kesepakatan pengerjaan sesuai jadwal. Persoalan ini menjadi sorotan utama DPRD Kabupaten Sidoarjo dan Bupati Sidoarjo, Subandi.
Di antaranya revitalisasi Alun-Alun, double deck parking RSUD, rumah pompa Kedungpeluk, dan betonisasi jalan. Tak mau mengulangi kesalahan yang sama., Pemkab Sidoarjo kini berupaya mempercepat lelang proyek jalan 2026.
Proyek RSUD Sedati: Progres di bawah target, kontraktor PT. ATP Surabaya telah diberi SP II. Kemudian Rumah Pompa Kedungpeluk: Juga termasuk proyek yang molor dan berdampak banjir. Semua permasalahan membutuhkan perpanjangan kontrak.
Menurut anggota komisi , B DPRD Kabupaten Sidoarjo, Ir Afdhal Muhammad Ihsan, masalahnya di kontraktor yang sudah menang tender ternyata tidak bisa memenuhi komitmen proyek..
” Jadi keprihatinan bersama kami karena banyaknya kasus seperti itu yang terjadi… Proyek molor tidak sesuai target awal. Pemberlakuan denda harian 1/1000 nilai proyek sepertinya tidak menjadi pelecut kerja kontraktor agar proyek bisa selesai on time..” kata politisi PKS ini.
Namun terkait pengerjaan proyek proyek di Kabupaten Sidoarjo ke depan, Ketua FraksiPKS-PPP DPRD Kabupaten Sidoarjo ini berharap Pemkab lebih memperbaiki proses PBJnya.
“Kami berharap Pemkab bisa memperbaiki proses BPJ( Penyedia Barang dan Jasa) nya sehingga vendor -vendor yang terpilih benar benar vendor yg berkompeten” pungkasnya. ( nora)
