Neo-Demokrasi
Headline Kesra

Pemkot Surabaya Kembangkan 32 Inovasi Sosial

Pemkot Surabaya terus mengembangkan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik dan berdampak pada kesejahteraan warga.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Sampai saat ini, Pemkot Surabaya mencatat ada 342 inovasi yang digunakan di setiap layanan publik. Inovasi yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya terdiri dari berbagai sektor. Berbagai inovasi itu terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik dan berdampak pada kesejahteraan warga.

“Sebenarnya inovasi yang ada di Surabaya itu kita berharap bisa membuat dampak ya. Misalnya percepatan pelayanan publik. Kemudian ada lagi yang juga untuk menurunkan kemiskinan,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Senin (14/7).

Eri mengajak seluruh jajaran di pemkot dan masyarakat untuk mengikuti ajang Inovasi Surabaya (Inovboyo) 2025. Ajang yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya ini, menjadi peluang untuk berkontribusi dalam pembangunan Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menyampaikan, inovasi-inovasi yang lahir di Kota Surabaya itu harus mengutamakan tujuh poin penting. Tujuh poin itu di antaranya, menurunkan kemiskinan, menurunkan angka kematian ibu dan anak, stunting.

Kemudian, mengurangi pengangguran terbuka dengan membuka lapangan pekerjaan, menurunkan gini rasio, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan meningkatkan perekonomian Surabaya.

“Jadi semua inovasi ini tujuannya adalah tujuh ini. Alhamdulillah yang harusnya turun, kita di Surabaya berhasil turunkan (kemiskinan, kematian ibu dan anak, stunting, dan gini rasio) semua. Yang harusnya naik, IPM juga naik. Jadi tujuan inovasi adalah itu di Surabaya,” jelas Cak Eri.

Eri turut mendorong anak muda untuk ikut berperan aktif dalam mengembangkan inovasi di Kota Surabaya. Melalui lomba Inovboyo sebelumnya, Kota Surabaya berhasil meraih peringkat pertama Kota Terinovatif dalam Ajang Innovative Government Award (IGA) 2024. Ajang ini digelar oleh Kementerian Dalam Negeri.

Menurutnya, capaian ini tidak akan bisa diraih oleh Pemkot Surabaya, jika tidak melibatkan seluruh elemen masyarakat dan anak muda Kota Surabaya. “Sama seperti tahun lalu, jadi kemarin kita banyak melibatkan anak muda ya untuk menggerakkan inovasi. Buat saya, menggerakkan anak muda itu luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, Inovboyo 2025 bukan sekadar lomba inovasi. Tetapi juga sebagai wadah untuk masyarakat dan jajaran PD di lingkungan pemerintah kota untuk menuangkan ide.

Irvan menyebutkan, adanya AI, internet of things (IoT), dan big data tidak lagi menjadi istilah teknis yang menakutkan. Tetapi bisa menjadi sahabat keseharian yang bisa digunakan sebagai alat untuk memecahkan masalah riil di tengah masyarakat. Salah satunya seperti inovasi-inovasi berbasis teknologi yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya tersebut.

“Bayangkan, jika sistem AI dapat membantu memprediksi banjir dengan akurasi tinggi melalui aplikasi mobile yang terhubung dengan ponsel warga. Dengan begitu maka pemerintah dan warga bisa melakukan deteksi dini akan adanya bencana,” pungkasnya.(dan)

 

 

Related posts

Grab Beri Beasiswa Ratusan Anak Mitra Berprestasi di Surabaya

Rizki

Simpan Ganja, Advokat Ditangkap Polrestabes Surabaya

Rizki

Dua Rumah di Perum Gunungsari Hampir Disatroni Maling

Rizki