
Sidoarjo.NEODEMOKRASI.COM. Tanggal 31 Januari 2026 nanti Kabupaten Sidoarjo akan memasuki usia ke 167nya. Berbagai harapan menarik diutarakan para anggota dewan. Salah satunya dari politisi senior oartai Gerindra yang juga anggota DPRD Provinsi Jatim yang berangkat dari Dapil Jatim 2 ( Kabupaten Sidoarjo) , dr Benjamin Kristanto MARS. Pihaknya berharap akan banyak penataan lebih baik di banyak aspek di kabupaten Sidoarjo.
“Kita tahu fungsi sawah, tambak sudah banyak bergeser dan beralih fungsi jadi lahan perumahan. Gudang gudang dan pabrik pabrik baru juga banyak pindah ke Sidoarjo. Tentu yang utama harus dipikirkan adalah penataan drainase, agar bisa mengurangi dampak banjir” ujar pemilik klinik Sheila Medika ini.
“Kalau tidak ada penataan resapan air hujan dikit sudah banjir, apalagi sekarang musim hujan, di mana mana banjir. Maka penataan saluran resapan menjadi utama untuk diperhatikan” tambahnya.
” Soal pendidikan juga harus jadi folkus utama. Dari pengalaman reses, setidaknya minimal ada sekolah jenjang SMA atau SMK di setiap kecamatan. Harus ada Sekolah Rakyat juga untuk memutuskan rantai kemiskinan di daerah. Asrama dan fasilitas yang disediakan Sekolah Rakyat akan mencetak generasi sehat dan pintar’ tambahnya.
Menurutnya, Kabupaten Sidoarjo ke depan juga harus lebih memikirkan penyediaan lapangan kerja bagi lulusan baru dan penganguran dampak dari PHK perusahaan yang menormalisasi karyawannya. Selain mengurangi jumlah penganguran juga memutus rantai kemiskinan yang menjadi beban pemerintahan Kabupaten Sidoarjo.
“Khusus kesehatan Puskesmas setidaknya tidak hanya berfungsi untuk pengobatan (kuratif) tetapi tindakan preventif promotif. Lebih mengutamakan upaya promotif (peningkatan kesehatan) dan preventif (pencegahan penyakit). Melalui pendekatan komprehensif. ” jelasnya.
” Apalagi sekarang pemerintah mengfasilitasi pengobatan check up gratis, yang bisa dimanfaatkan masyarakat Sidoarjo dengan baik’ ujar anggota Komisi E DPRD Jatim ini.
Soal kemacetan sudah ada jalan layang dan fly over untuk mengurai kemacetan tetapi ketika kemacetan masih sering terjadi maka Dishub dan kepolisian akan perlu mengatur penataan jalan jalan atau jalur alternatif sebagai antisipasi jalan yang rawan macet.
” Ke depan, kami berharap Sidoarjo yang lebih baik lagi dalam segala aspek, juga perbaikan infrastruktur sehingga bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih baik lagi”pungkasnya.(nora)
