Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Polsek Wonokromo Beri Penghargaan kepadaWarga yang Usir Perusuh

Kapolsek Wonokromo memberikan penghargaan kepada warga dan ormas yang telah membantu polsek.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Kapolsek Wonokromo Kompol Hegy Renanta memberikan penghargaan kepada tiga kelurahan yangwani dan cinta damai. Penghargaan juga diberikan kepada ormas dan kecamatan. Pemberian penghargaan dilakukan pada Jumat (5/9).

Penghargaan itu merupakan rasa terima kasih yang diberikan atas bantuan warga Joyoboyo, Sawungaling, dan Darmo karena berhasil memukul mundur para pendemo anarkis pada Sabtu (30/8) lalu.

Disela-sela pemberian penghargaan Kompol Hegy Renanta memberikan keterangan bahwa tercatat enam kali akan diserang perusuh.  “Hampir enam kali diserang. Namun berhasil dihalau berkat bantuan warga seputar Wonokromo,” ujarnya Jumat (5/9).

Dijelaskan Hegy, atas bantuan warga yang telah spontanitas menjaga Mapolsek Wonokromo, polisi  memberikan apresiasi dan penghargaan kepada perwakilan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perwakilan ormas. “Masyarakat telah spontanitas secara heroik membantu Polsek Wonokromo dalam upaya menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kota Surabaya,” ungkapnya.

Hegy Renanta juga menjelaskan, warga Wonokromo telah membantu menjaga Mapolsek Wonokromo sejak Kamis (28/8). Para warga datang ke Polsek Wonokromo atas inisiatif sendiri dan sukarela untuk berjaga setiap malam.

Saat terjadi penyerangan, warga membantu polisi menghalau massa dengan mengusir massa menggunakan kayu, kursi, sarung dan sebagaianya.  “Alhamdulillah Wonokromo anggota tidak ada yang terluka. Fasilitas Polsek tidak ada yang dirusak. Namun fasilitas umum sendiri di sekitar Wonokromo bisa dilihat sendiri (kerusakan pos polisi),” terang Hegy Renanta.

Sementara perwakilan warga, Ketua RT 11 Slamet Riyadi, mengungkapkan, warga spontanitas membantu menjaga Polsek Wonokromo dari serangan karena ada dua poin. Pertama masjid sebagai tempat ibadah warga dan kedua kedekatan dengan anggota Polsek Wonokromo sudah seperti keluarga sendiri.

“Dalam melakukan penghalauan terhadap para perusuh, kami spontanitas membantu agar tidak terjadi pengrusakan,  Itu spontanitas. Juga antara  jarak  polsek dengan pemukiman warga cukup dekat sehingga kami takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di perkampungan kami,” ujar Slamet Riyadi.

Dari pandangan mata saat ancaman yang terjadi di Polsek Wonkromo, Slamet Riyadi baru pulang dari Kodam bersama ketua karang taruna setempat usai persiapan lomba karaoke. Sepulang dari Kodam, warga melihat massa sudah menyalakan petasan ke arah Mapolsek Wonokromo.

Menghadapi potensi ancaman itu,  pihaknya lalu memanggil warga untuk membantu menjaga masjid dan Polsek Wonokromo yang masih satu lokasi.

“Massa (perusuh) datang dari selatan, Gunungsari, mau menyerang ke sini. Awalnya mercon dulu, pelemparan, terus ada teriakan bakar Polsek Wonokromo, terus spontan (kami) melindungi itu. Kami warga ada sekitar 150 orang,” tutup Slamet Riyadi.(dan)

Related posts

Mulai Hari Ini Jalur Pacet-Cangar Dibuka Terbatas

Rizki

Satgas Covid-19 Surabaya Siapkan Stiker Bagi Rumah yang Penghuninya Isolasi Mandiri

Polisi Antisipasi Maraknya Balap Liar

neodemokrasi