
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Polisi berhasil menangkap otak pembunuhan pria di depan Warkop Cooffe Black Jalan Wonokusumo Jaya, Surabaya, Minggu (18 /1) lalu. Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil menangkap satu dari empat orang pelaku.
Korban ditemukan tewas menggunakan sarung dan peci warna putih. Namun tidak berbaju di tubuhnya. Ditemukan juga motor Yamaha warna biru tua nopol L 5506 DAM, di sampingnya.
Satreksrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan pengejaran kepada pelaku yang diduga berjumlah empat orang. Diketahui korban tewas bernama Umar Faruk (34) warga Kedung Manggu, Surabaya.
Pengejaran yang dilakukan polisi selama 6 hari berhasil menangkap satu pelaku. Pelaku diketahui berinisial HD, warga Sidotopo. “Sementara masih tertangkap satu orang pelaku pembunuhan yang di TKP Wonokusumo Jaya. Pelaku yang lain masih kita lakukan pengejaran,” ujar KBO Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ipda Meldi,” Selasa (27/1).
Meldi juga mengungkapkan keberhasilan penangkapan HD bermula dari CCTV sekitar lokasi kejadian. CCCTV memperlihatkan beberapa pelaku pembunuhan mengunakan mobil KIjang Innova nopol B 1151 CYS. Mobil itu atas nama warga Jakarta, namun telah dibeli oleh pelaku HD yang diketahui betempat tinggal Sampang.
Dari identitas tersebut, pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan penyelidikan ke Kabupaten Sampang. “Dari hasil penyelidikan itulah kami berhasil mengetahui posisi pelaku dan kami lakukan penangkapan pada Sabtu (24/1). Selama pemeriksaan kepada HD kami lakukan pengejaran kepada pelaku lain,” tambah Meldi.
Selain itu, juga diungkapnya motif pembunuhan. Bahwa korban pernah melakukan penipuan kepada HD dengan cara berutang senilai 40 juta. Korban Umar Faruk meminta kepada HD dengan meminjam uang yang akan dipergunakan untuk bisnis. Namun setelah sekian lama, tenryata uang yang diutang oleh korban tidak dikembalikan.
“Pelaku ini menagih uangnya. Namun oleh korban tidak digubris dan pelaku merasa ditipu, dan juga nomor pelaku diblokir oleh korban. Nah, dari situlah pelaku dendam sehingga mengajak beberapa teman melakukan aksi pembacokan,” tutup Meldi.(dan)
