
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Bazar Motor yang bertujuan untuk mengembalikan motor hasil curian yang berhasil ditemukan jajaran Polrestabes Surabaya, kini masih berlangsung. Jumlah barang bukti motor yang digelar pada Bazar Motor sebayak 1.050 unit. Pelaksanaan bazar dimulai pada Rabu (21/1).
Pengembalian barang bukti sepeda motor merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam mengembalikan hak masyarakat sekaligus mendorong upaya pencegahan.
Dari pengembalian motor tertanggal 21-24 Januari 2026, diketahui masih terhitung 40 unit motor yang baru diambil oleh korban atau pemiliknya, dari total 1.050 unit motor dalam Bazar Motor.
Hal ini diungkapkan Plt Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto. “Dari awal penyelenggaraan Bazar Motor hingga hari kedua, terhitung 27 motor yang telah diambil. Hari ini bertambah 13 unit motor,” ujarnya, Jumat (23/1).
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan bahwa curanmor masih menjadi persoalan nyata di lapangan, meskipun berbagai operasi kepolisian terus dilakukan. Kombes Luthfie mengajak warga agar lebih mawas diri saat memarkir kendaraan.
Ia menyampaikan bahwa patroli serta tindakan preventif terus digiatkan oleh Polrestabes Surabaya. “Patroli malam telah saya perintahkan kepada jajaran. Warga juga harus turut mengamankan kendaraannya. Jangan ditinggalkan sembarangan dan gunakan pengaman tambahan,”ujarnya.
Selain pencegahan, penegakan hukum menjadi strategi utama dalam menekan curanmor. Kombes Luthfie menegaskan bahwa keberhasilan aparat tidak berhenti pada penangkapan pelaku lapangan saja.
“Menangkap pelaku di jalan baru sebagian kecil dari pekerjaan. Kami ingin terus memburu jaringan di atasnya, khususnya penadah, agar motor bisa kembali ke pemiliknya,” tegasnya.
Sebanyak 1.050 unit sepeda motor hasil tindak pidana curanmor maupun razia balap liar, bisa diambil oleh pemilik sahnya tanpa biaya. Cukup membawa dokumen kepemilikan asli sebagai verifikasi.
Kombes Luthfie juga menyampaikan pesan tegas kepada para pelaku kejahatan curanmor yang masih beraksi di Surabaya. Ia memastikan bahwa tindakan tegas tidak akan ragu diambil jika keselamatan masyarakat dan petugas terancam.(dan)
