Neo-Demokrasi
Headline Jatim Umum

Kemenlu Pastikan WNI di Nepal Aman

Direktur Perlindungan WNI pada Kemenlu Judha Nugraha didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Buntut keputusan pemerintah memblokir 26 platform media sosial, aksi unjuk rasa di Nepal memanas. Kendati demikian, Kementerian Luar Negeri Indonesia memastikan bahwa seluruh WNI yang ada di Nepal aman.

Direktur Perlindungan WNI pada Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha menyampaikan, hingga saat ini tidak ada informasi adanya WNI yang jadi korban dalam kerusuhan di Nepal.

Menurutnya, KBRI Dhaka mencatat ada sekitar 57 WNI yang menetap di Nepal. Selain itu, ada 43 WNI yang menjadi anggota delegasi dalam berbagai pertemuan di sana. Juga 2 prajurit TNI yang sedang mengikuti pelatihan serta 23 wisatawan WNI.

KBRI Dhaka yang memiliki wilayah akreditasi di Nepal telah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan otoritas setempat, Konsul Kehormatan RI di Nepal, dan juga dengan komunitas Indonesia di Nepal.

“Berdasarkan komunikasi terakhir, tidak ada WNI yang menjadi korban dalam kerusuhan tersebut. Namun kita tetap melakukan langkah-langkah kontingensi,” kata Judha Nugraha kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (10/9).

Dia menjelaskan informasi yang baru saja diterima menyebutkan bahwa situasi di Nepal relatif telah membaik. Namun, KBRI mengeluarkan imbauan agar para WNI terus meningkatkan kewaspadaan, menghindari kerumunan massa, dan  memonitor situasi keamanan dari sumber pemerintah serta media. “WNI yang sedang melakukan kunjungan atau wisata di Nepal diminta melapor ke hotline KBRI Dhaka,” ujar Judha.

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dalam kesempatan yang sama menambahkan, pihaknya masih menunggu informasi apakah ada warga Jatim dari WNI yang berada di Nepal.

“Kebetulan memang ada event, seminar, eh konferensi di Nepal yang dihadiri warga negara Indonesia. Kami masih menunggu informasi tentunya, apakah ada dari WNI tersebut merupakan warga Jawa Timur. Tapi semua terkoordinasi di Kementerian Luar Negeri. Ini bukan tenaga kerja Jatim yang terdata di Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Jatim dan bekerja di sana. Saya nggak tahu apa ada warga Jatim, tapi yang jelas ada WNI di sana. Tadi sudah didata, tadi yang bicara langsung kan direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI,” pungkasnya.

Seperti diketahui, para tentara Nepal berpatroli di jalan-jalan ibu kota Nepal, Kathmandu, pada Rabu (10/9) untuk mengembalikan ketertiban. Hal ini dilakukan setelah para pengunjuk rasa membakar gedung parlemen dan memaksa perdana menteri mundur. (dan)

 

Related posts

Membanggakan! Bank Jatim Sabet Platinum Rank dalam ASRRAT 2025

neodemokrasi

Dosen ITS Raih Penghargaan BI Awards 2024

Rizki

Tingkatkan Produktivitas Hortikultura di Malang, Bank Jatim Teken MoU dengan Kemenko Bidang Perekonomian RI

neodemokrasi