Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Ini Rahasia Polsek Wonokromo Lolos dari Amukan Perusuh

Polsek Wonokromo yang aman dari serangan pendemo anarkis.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Aksi anarkis pengrusakan dan pembakaran yang terjadi terhadap Mapolsek Tegalsari, menjadi pertanyaan para netizen. Pertanyaan yang dilontarkan oleh netizen di media sosial tentang kenapa hanya Polsek Tegalsari yang menjadi korban pembakaran. Sedangkan beberapa polsek lainnya yang berada di jantung kota ataupun perlintasan para pendemo anarkis tidak menjadi korban.

Setidaknya ada 4 polsek yang berada di jantung Kota Surabaya, yakni Polsek Wonokromo, Tegalsari, Genteng dan Bubutan. Keempat polsek diinstruksikan untuk segera bersiaga dan antisipasi memindahkan tahanan dan barang bukti ke Mapolrestabes Surabaya.

Intruksi kesiagaan dan antisipasi itu telah dilakukan, hingga tanggal 30 – 31Agustus 2025 aksi anarkis terjadi di Polsek Tegalsari. Meskipun para pendemo anarkis dalam perjalanan menuju Gedung Grahadi Surabaya melintas di depan Polsek Wonokromo, namun pendemo tidak melakukan pengrusakan dan pembakaran.

Perbedaan para pendemo anarkis yang hanya merusak Mapolsek Tegalsari dan tidak dilakukan di Polsek Wonorkomo, ternyata terungkap rahasianya. Hal itu diungkapkan Kapolsek Wonokromo Kompol Hengy Renanta memberikan informasi secara gamblang.

“Sebenarnya pada waktu itu kelompok pendemo kira-kira berjumlah 300 orang akan menyerang Mapolsek Wonokromo. Namun pengrusakan dan pembakaran tidak jadi dilakukan oleh para pendemo karena dihalangi warga Joyoboyo dan Pulo Wonokromo. Nah, itu kuncinya sehingga tidak sampai terjadi pengrusakan dan pembakaran.,” ujarnya, Kamis (4/9).

Berbeda dengan yang terjadi  di Polsek Tegalsari. Kerusakan parah terjadi di Polsek Tegalsari yang merupakan bangunan cagar budaya. Hal ini dikarenakan warga sekitar jumlahnya sedikit dan kurang antusias untuk membantu menyelamatkan Mapolsek Tegalsari.

Penyelamatan Polsek Wonokromo dari amukan para pendemo anarkis juga viral. Hal ini terlihat dari adanya audio percakapan di pesawat radio HT milik Polsek Wonokromo. Percakapan melalui pesawat radio itu berbunyi, ”Sekitar 200 warga yang berasal dari warga Pulo Wonokromo dan Joyoboyo memukul mundur para demonstran yang telah melintas di jalan raya depan Polsek Wonokromo”. Suroboyo aman damai….”

Untuk mengapresiasi rasa terima kasih kepada warga sekitar, Polsek Wonokrom pada Jumat (5/9) pukul 07.30 WIB akan menyelenggarakan tasyakuran. Ini  sebagai wujud ucapan terima kasih  yang telah berperan aktif dalam menjaga situasi kamtibmas.(dan)

 

Related posts

Kepergok Rusak Gembok Kos, Nyaris Dimassa

neodemokrasi

Menantu Temukan Mertua Lelakinya Tak Bernyawa

Rizki

Guru SMPN 1 Sukodono Adakan Kegiatan Khotmil Quran

Rizki