
Sidoarjo. NEODEMOKRASI. COM. DiItemukannya praktik beras oplosan di wilayah Sidoarjo oleh Polda Jatim bersama satgas pangan Provinsi Jatim dan Polresta Sidoarjo mengundang keprihatinan kita semua. Mengingat harga beras yang terus meroket naik membebani masyarakat.
Pelaku yang sudah diamankan mengaku sudah menjalankan praktik ini sejak dua tahun sebelumnya. Dengan modus mengoplos beras premium dengan beras medium. lalu dijual dengan harga di atas harga pasaran.
Parahnya, ia juga menggunakan label sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dan logo Halal yang ternyata tidak dimiliki perusahaannya. Beras tersebut bermerek SPG menggunakan CV Sumber Pangan Grup yang, bisa memproduksi 12 hingga 14 ton beras oplosan.
Menyikapi mahalnya harga beras politisi PKS DPRD Kabupaten Sidoarjo yang juga ketua fraksi PKS-PPP, H Afdal Muhammad Ihsan mengatakan bahwa mahalnya harga beras bisa jadi kemungkinan pertama ada masalah di rantai pasok beras ke konsumen sehingga pasar tidak mendapat supply yang cukup yang akhirnya membuat harga beras tetap mahal..yang kedua bisa jadi ada permainan harga di pedagang..
” Untuk mengatasi hal ini, perlu ada operasi pasar dari pemerintah untuk menstabilkan harga beras di masyarakat.” ujar pria yang juga menjadi anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo ini.
Pihaknya juga mengapresiasi langkah sigap Polda Jatim, Polresta Sidoarjo dan satgas Pangan yang berhasil menangkap pelaku. Setidaknya penangkapan ini menyudahi praktik beras oplosan hanya sampai di sini.
“Terkait penemuan pabrik beras oplosan, kami mengapresiasi kerja kepolisian dalam hal ini dan meminta hal seperti ini diselidiki sehingga terbongkar jelas siapa yang terlibat dan menuntut mereka semua dengan hukuman yang berat sehingga ada efek jera dan tidak lagi terjjadi di kemudian hari.” ujarnya.
Lebih lanjut pihaknya berharap pemerintah lebih responsif dan perhatian terhadap semua permasalahan masyarakat. Termasuk di antaranya adalah masih tingginya harga beras yang beredar di masyarakat.
” Perhatian pemerintah bisa dalam bentuk Mengadakan operasi pasar untuk menekan harga beras yang anomali skrg ini. Lalu menindak tegas para tengkulak atau pedagang yang mempermainkan harga beras. Juga mendorong upaya inisiatif dan proaktif warga untuk melaporkan ke aparat tindakan tindakan curang pedagang /pengusaha beras yang diketahuinya.” jelasnya.
Di akhir wawancara pihaknya juga meminta aparat segera memproses ke ranah hukum mereka yang sudah terbukti bermain curang supply beras dan sekaligus mempublikasikannya agar diketahui publik luas dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak.( nora)
