
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemui seorang ibu yang menjadi tulang punggung keluarga sekaligus merawat anaknya yang mengalami cerebral palsy. Pertemuan itu tidak hanya berujung pada bantuan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga upaya membuka peluang agar keluarga tersebut memiliki sumber penghasilan tambahan.
Peristiwa ini berawal saat Eri menerima pesan singkat (direct message) dari seorang warga bernama Intan terkait kondisi keluarganya. Intan menceritakan bahwa anak pertamanya yang berusia 20 tahun mengidap cerebral palsy dan membutuhkan perawatan secara berkelanjutan.
Alih-alih meminta bantuan dalam jumlah besar, Intan hanya menyampaikan satu kebutuhan yang sangat sederhana, yakni pampers untuk anaknya. Setelah mendapat informasi tersebut, Eri kemudian mendatangi rumah keluarga Intan untuk melihat kondisi mereka secara langsung. Dari kunjungan tersebut, ia mengetahui bahwa Intan merupakan tulang punggung keluarga.
“Mbak Intan mengirim DM kepada saya menceritakan kondisi keluarganya. Ia memiliki anak dengan cerebral palsy dan hanya meminta bantuan pampers. Saat saya datang, ternyata ia merupakan tulang punggung keluarga dan sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ia juga memiliki dua anak, beliau juga memiliki dua anak,” kata Eri, Kamis (17/9).
Wali kota menjelaskan bahwa Intan juga harus membagi waktu antara mencari nafkah dan merawat anaknya yang membutuhkan perhatian khusus. Selain anaknya, ia turut merawat ibunya di rumah.
Di sisi lain, penghasilan dari pekerjaan sebagai pengemudi ojek online harus dibagi untuk berbagai kebutuhan keluarga, termasuk kebutuhan perawatan anak. Kebutuhan pampers menjadi salah satu pengeluaran yang terus berulang.
Eri pun tidak ingin bantuan berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat. Ia mendorong Intan agar tetap bekerja sebagai pengemudi ojek online sembari mengembangkan keterampilan menjahit sehingga memiliki sumber pendapatan tambahan.
“Kalau hanya diberikan bantuan, misalnya Rp200 ribu sebulan, ditambah bantuan beras, itu belum tentu bisa mengubah hidup. Lebih baik kita bantu agar ada usaha yang bisa terus dijalankan,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Eri menawarkan bantuan berupa mesin jahit sekaligus mendorong Intan belajar memotong bahan jahitan. Dengan keterampilan tersebut, pekerjaan dapat dilakukan setelah selesai menjalankan aktivitas sebagai pengemudi ojek online. “Jenengan tetap bisa ojek online, tetapi setelah itu belajar memotong jahitan. Nanti saya bantu dengan mesin jahit. Kita lihat bagaimana perubahannya,” tuturnya.
Wali kota juga memberikan perhatian kepada anak Intan yang mengalami cerebral palsy sejak bayi. Ia memastikan kebutuhan dasar seperti pampers tetap mendapat perhatian karena menjadi kebutuhan rutin dalam perawatan sehari-hari.
Di akhir pertemuan, Eri memberikan semangat kepada keluarga tersebut. Ia mendoakan agar sang anak dan seluruh anggota keluarga selalu sehat serta kehidupan mereka perlahan menjadi lebih baik.(dan)
