Neo-Demokrasi
Headline Jatim Politik Pemerintahan

Wagub Emil Dorong Perkuat Konektivitas dan Industri Hijau

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dalam seminar di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong penguatan konektivitas dan transformasi industri hijau. Hal ini sebagai bagian dari solusi struktural untuk mengurangi ketimpangan inflasi antar daerah.

Menurutnya, ketimpangan inflasi tidak cukup diatasi hanya dengan menjaga stabilitas harga. Penguatan kapasitas produksi, efisiensi energi, kelancaran distribusi, serta konektivitas antardaerah menjadi fondasi penting untuk membangun struktur ekonomi yang lebih tangguh, merata, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Emil saat menjadi keynote speaker dalam seminar bertema Ketimpangan Inflasi Antar Daerah: Tantangan Struktural dan Solusi Kebijakan Nasional di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Rabu (26/8).

Seminar tersebut merupakan bagian dari Indef School of Political Economy (ISPE) yang bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri. Forum ini mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, jurnalis, masyarakat sipil, dan mahasiswa untuk membahas akar struktural ketimpangan inflasi sekaligus merumuskan solusi kebijakan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Wagub Emil menyampaikan bahwa persoalan inflasi antardaerah memiliki dimensi lebih luas daripada sekadar perubahan harga di tingkat konsumen. Ketika kapasitas produksi tidak merata, biaya energi dan logistik tinggi, serta konektivitas belum optimal, tekanan harga akan lebih mudah muncul dan memberikan dampak berbeda di setiap wilayah.

“Kalau kita bicara ketimpangan inflasi, kita tidak bisa hanya melihat harga di hilir. Kita juga harus melihat bagaimana produksi dibangun, bagaimana energi tersedia secara efisien, dan bagaimana konektivitas antarwilayah diperkuat,” ujar Emil.

“Di Jawa Timur kita lakukan sistem informasi harga bahan pokok, itu memuat hasil survei harga dari pasar rujukan. Dari situ bisa dilihat adanya disparitas harga antara satu daerah dengan daerah lainnya. Disparitas ini ternyata mencerminkan biaya logistik,” imbuhnya.

Karena itu, Emil menilai penguatan sektor industri menjadi salah satu kunci untuk membangun perekonomian daerah yang lebih resilien. Terlebih, industri pengolahan merupakan salah satu penopang utama ekonomi Jawa Timur.

Lebih lanjut, saat ini, Jawa Timur menegaskan posisinya sebagai center of gravity sekaligus Gerbang Baru Nusantara. Peran strategis tersebut, tambahnya, ditopang oleh keberadaan 7 bandara komersial, 37 pelabuhan besar, dan 50 pelabuhan rakyat.

Selain itu, Pelabuhan Tanjung Perak juga melayani 21 dari 39 rute Tol Laut, sehingga hampir 80 persen pasokan logistik Indonesia Timur disuplai dari Jawa Timur. “Jawa Timur ini jadi sangat berkomitmen menjadi Gerbang Baru Nusantara, ini strategi ekonomi kita,” bebernya.

Di akhir, Emil berharap ISPE dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat dalam melahirkan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah.(dan)

Related posts

Kang Irwan Diamanahi Presiden PKS soal Pilkada

Rizki

TP PKK Sidoarjo Bagikan Sembako ke Veteran

Rizki

Lima Pelajar Diamankan Satpol PP gegara Nongkrong di Warkop

Rizki