
Malang, NEODEMOKRASI.COM– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat sektor hortikultura sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus penopang kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungannya ke perkebunan sekaligus memanen salak madu di Desa Wonoagung, Kecamatan Kesambon, Kabupaten Malang, Senin (13/7).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah bersama Bupati Malang Sanusi meninjau langsung kebun salak madu milik Sukatmiani sekitar yang telah dibudidayakan selama sembilan tahun.
Ia berdialog dengan pemilik kebun mengenai proses budi daya, produktivitas, hingga peluang pengembangan komoditas hortikultura yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan tersebut.
Tak hanya meninjau, Khofifah juga memetik dan memanen langsung buah salak dari pohonnya dan mencicipi hasil panen yang dikenal memiliki cita rasa manis dengan tekstur renyah.
Khofifah juga mengapresiasi produktivitas kebun tersebut. Dalam kondisi normal, dengan 450 pohon salak , kebun mampu menghasilkan sekitar 40–60 kilogram salak setiap pekan atau bisa seminggu dua kali. Saat musim panen raya Agustus-September, produksinya dapat meningkat hingga sekitar satu kuintal dengan permintaan pasar yang terus bertambah, termasuk dari wilayah sekitar Kecamatan Ngantang.
Menurut Khofifah, keberhasilan petani mengembangkan salak madu membuktikan bahwa komoditas hortikultura lokal memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan apabila dikelola secara profesional, didukung inovasi, serta diperkuat akses pemasarannya.
Salak Madu Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon ini area tanamnya masih terbatas. Dengan kualitas premium, maka saat ini sebelum panen sudah banyak yang indent.
Sementara itu, Sukatmiani mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan gubernur Jawa Timur terhadap para petani hortikultura di Kabupaten Malang. Ia berharap produksi salak madu terus meningkat seiring semakin luasnya pemasaran sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para petani. “Terima kasih sekaligus penghormatan gubernur berkunjung ke perkebunan salak kami,” ungkapnya.
Sukatmiani mengaku memperoleh pengetahuan budi daya salak setelah mempelajari langsung teknik penanaman dan perawatan salak di kawasan lereng Merapi, kemudian membawa bibit dari Desa Turi, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk dikembangkan di Desa Wonoagung.(dan)
