
Surabaya. NEO DEMOKRASI. COM. Kepedulian tinggi terhadap kebersihan sungai dan prosedur pemeliharaan sungai yang benar Anggota Komisi A DPRD Jatim, Dr Fredy Poernomo SH, MH menerima kunjungan gabungan mahasiswa dari berbagai universitas di Jatim yang bergabung dalam Yayasan Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) , lembaga swadaya masyarakat Indonesia yang berfokus pada pelestarian sungai dan lahan basah, khususnya di Jawa Timur, melalui penelitian, edukasi, dan advokasi. Berbasis di Gresik,
Ecoton dikenal aktif mengkaji pencemaran mikroplastik di air hujan, sungai, dan udara.
Fokus Utama: Pelestarian ekosistem sungai, khususnya Kali Brantas, dari limbah industri dan sampah plastik sekali pakai. Temuan Penelitian: Ecoton mengungkap pencemaran mikroplastik yang tinggi di air hujan di Surabaya (tertinggi di Pakis Gelora) dan di udara Jakarta serta Sidoarjo.
Tiga Pilar Kegiatan kegiatan Ecoton adalah,melakukan riset (Penelitian): Mengkaji kualitas air dan dampak mikroplastik bagi manusia. Juga mengedukasi generasi muda dan masyarakat untuk melindungi sungai.
Kunjungan Ecoton ini dalam rangka
mendorong kebijakan pro-lingkungan, seperti pelarangan pembakaran sampah terbuka dan mengajak masyarakatt terlibat aktif melestarikan dan memulihkan ekosistem Sungai melalui berbagai kegiatan
” Kalau sekarang ini kondisi abrasi sudah sangat parah. Saya katakan makanya saya agak serius hadir di acara audiensi dari teman-teman Ecoton tadi. Karena saya sendiri juga orang yang mencintai lingkungan ya, makanya ini tidak bisa tinggal diam. Jadi peran serta pemerintah terus ide dari mereka sangat positif. iya Jadi sekarang saya memang usulkan, kita tidak usah bicara ini kewenangan siapa, ini tanggung jawab siapa, tapi tanggung jawab kita semua. Terutama para provinsi yang sekarang ada di sini.
“Walaupun kita tahu sungai itu kan menjadi kewenangannya Brantas sama seluruh hilir ya, tetapi lokusnya kan ada di Jawa Timur. Makanya Jawa Timur punya namanya Badan Lingkungan Hidup, bukan hanya mengurusi amdal, tetapi juga.. Limbah-limba yang sangat berbahaya ini plastik ini menjadi salah satu konser kita. Oleh karenanya, ini harus diperlukan duduk bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota sejauh timur. Supaya tidak saling melempar, tidak saling lepas tanggung jawab. Ini adalah yang kita selamatkan adalah manusia. ” kata politisi senior Golkar ini.
Lebih jauh dijelaskannya bahwa terkait lingkungan adalah adalah jauh lebih penting. Makanya saya sangat mensuppot, sangat mendukung apa yang menjadi inisiasi dari Ecoton ini. . Kita sudah punya regulasi ya, tapi regulasi ini perlu di aplikasikan lagi. Sempurna kan, perlu diperbarui.. Intinya kami membuka diri, jangan sampai urusan limbah plastik ini menjadi problematika yang tidak pernah akan selesai.
” Tetapi sekali lagi ini adalah tanggung jawab kita bersama. Makanya saya mendukung sekali pertemuan awal di audiensi teman-teman. Ecoton ini dengan beberapa aktivis mahasiswa yang berdebar lingkuan ini.
“Saya baru-baru tahu tadi ya, jadi ternyata Ecoton sudah lama, peduli pada masalah lingkungan sudah lama. Makanya hal-hal ini harus kita suppot. Sekali lagi, saya mau suppot, saya tidak ada tendensi politik apa-apa, ini hanya semata-mata tanggung jawab moral dalam hal masalah lingkungan hidup. Itu saja.” jelasnya.
Menurut Fredy langkah berikutnya adalah antara pemerintah provinsi dan kota dan pemerintah pusat termasuk pemaku tanggung jawab lingkungan ya terutama mereka yang termasuk memproduksi limbah-limbah plastik ini kita panggil semuabterus kita harus cari solusi untuk mengendalikan pencemaran daripada masalah plastik itu.
“Sungai-sungai yang menjadi tarjaet yang akan nanti dibersihkan adalah Brantas. Bengawan Solo, baik hulu sampai hilir, sampai di tengah laut. Berantas sama termasuk anak-anak sungai, , Sungai Porong, termasuk kali-kali yang ada di wilayah Kabupaten/kota, itu menjadi konsen. Terutama berlaku manusia, yaitu dalam pengguna plastik dan juga membuang limbah plastik.
” Gerakan peduli pada lingkungan dilakukan oleh adik-adik mahasiswa ini harus kita support . Mereka sudah mempelopori, tinggal kita men-suppot. Makanya saya sampaikan bahwa DPRD Provinsi itu ada 14 dapil, ada 120 anggota DPRD. Dekati mereka, mereka masing-masing punya program, ajak kolaborasi mereka dalam hal masalah peduli badan lingkungan khususnya untuk penanganan limbah plastik. ” ujarnya.
“Iinsya Allah dalam waktu dekat kita akan mengundang semua yang terkait , masyarakat termasuk pakar lingkungan dari Unair, ada Prof. Partowijoyo, terus dari Badan Lingkungan Hidup yang kemarin baru dilantik, yang baru Pak Nur Kholis, termasuk dari Dinas Pendustrian, termasuk dari Brantas Hilir, dari Bengawan Solo Hilir, dari Kabupaten Kota, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kota. ” katanya.
“Kajian akademisnya ya teman-teman. Nanti juga akan kita sampaikan, nah ini langkah awal. Makanya nanti setelah kita ketemu bareng ya, ini sebenarnya wilayahnya Komisi D, tetapi kalau bicara regulasi, siapa yang punya inisiasi. Saya pun bukan Komisi D kan boleh saja saya berinisiasi untuk men-suppot munculnya regulasi ya. baik yang sudah ada atau penyempurnaan. Jadi sekali lagi saya sangat apresiasi i dan saya sampaikan kepada semua adik-adik mahasiswa, jangan pernah lelah, jangan pernah peduli apa yang sudah kalian lakukan dalam hal masalah lingkungan, Terutama masalah penyebaran plastik . ” paparnya.
” Kita segera membentuk payung hukum, ya payung hukum itu nanti menjadi satu awal action semua lintas terkait, terutama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota, dan kebenaran pusat ada di daerah . Kita tidak usah bicara lagi, bukan tanggung jawab saya. Pemerintah itu satu, NKRI, pemerintah Indonesia, tapi tanggung jawab kita semua . Yang penting adalah kita mencari solusi. ” jelasnya.
Menurutnya kondisi sungai saat ini memang ini sudah darurat, darurat sekali. Kalau ada istilahnya darurat narkoba, sekarang darurat pencemaran plastik plastik. Intinya itu, pokoknya dalam waktu dekat pihaknya akan menyempurnakan regulasi ya, apakah regulasi sudah ada atau nanti buat regulasi baru. Karena sudah punya regulasi tentang masalah sampah, kalau memang ini diperlukan menyempurnakan.
” Tapi ata Pak Jordan sudah bilang kalau bobotnya sudah lebih dari 50, berarti regulasi baru. Intinya tetap kita kolaborasi bersama. ” tutupnya. ( nora)
