Neo-Demokrasi
Headline Kesra Umum

Layanan Tes HIV Diperluas di Surabaya

Sekitar 52,48 persen penderita HIV berasal dari warga luar Surabaya.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya menegaskan keseriusannya dalam mengatasi dan mencegah kasus HIV/AIDS. Strategi utama yang dilakukan pemkot adalah memperluas tempat layanan tes kesehatan, memperkuat puskesmas, dan bekerja sama erat dengan berbagai kelompok masyarakat peduli AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina menyampaikan, kasus baru HIV di Surabaya tahun 2025 hingga Oktober sekitar 52,48 persen adalah penderita HIV berasal dari warga luar Surabaya. Secara keseluruhan, data perkembangan kasus HIV pada tahun 2025 menunjukkan penurunan sebesar 10,03 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Penurunan ini adalah hasil dari kerja keras semua pihak dalam upaya pencegahan, serta penguatan layanan tes dan pengobatan. Kami terus berupaya keras untuk menghilangkan stigma dan memastikan setiap warga, termasuk pendatang, mendapatkan akses layanan kesehatan terbaik di Surabaya,” katanya, Senin (1/12).

Nanik Sukristina menjelaskan bahwa pemkot telah menyediakan 126 tempat tes HIV yang tersebar luas di 63 puskesmas, 62 rumah sakit, dan 1 klinik utama. Ini adalah upaya untuk memudahkan semua orang mengakses tes kesehatan.

Tes ini secara khusus difokuskan pada kelompok yang memiliki risiko penularan tinggi, seperti pekerja seks, pengguna narkoba suntik, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), waria, serta ibu hamil, calon pengantin, dan pasien penyakit menular seperti TBC atau penyakit kelamin.

“Selain itu, Dinkes membangun kerja sama yang kuat dengan kelompok-kelompok yang peduli HIV, seperti Aliansi Surabaya Peduli AIDS (ASPA) dan kelompok pendamping sebaya. Ini adalah bagian dari strategi kami untuk memberikan edukasi, tes kesehatan, dan pencegahan langsung di tengah masyarakat,” kata Nanik.

Nanik menekankan bahwa puskesmas di Surabaya kini tidak hanya sebagai tempat tes, tetapi menjadi fasilitas utama bagi Orang dengan HIV (ODHIV). Puskesmas melayani mulai dari deteksi awal, perawatan, pengobatan, hingga pemberian obat Antiretroviral (ARV) secara rutin.

Layanan tes HIV ini sudah terintegrasi dengan pemeriksaan kesehatan lain, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis (PKG), tes TBC, serta pemeriksaan wajib untuk calon pengantin (catin) dan ibu hamil (bumil).

Edukasi juga menjangkau kelompok calon pengantin dan ibu hamil agar mereka tahu bahaya penularan HIV dan pentingnya tes serta pengobatan jika diperlukan. Kader kesehatan dan karang taruna juga dibekali pengetahuan tentang bahaya HIV dan narkoba.

Namun, tantangan besar masih menghadang. Tantangan tersebut meliputi tingginya stigma dan diskriminasi di masyarakat, sulitnya menjangkau kelompok berisiko yang tersembunyi (seperti LSL), tingginya mobilitas penduduk dari luar kota/provinsi yang melakukan tes di Surabaya, dan beberapa ODHIV yang berhenti minum obat karena efek samping atau kurangnya dukungan keluarga.(dan)

Related posts

75 Persen Kasus TBC di Jatim Ditemukan di Surabaya

Rizki

Vietjet Resmi Buka Rute Baru ke Tokyo, Taipei dan Hong Kong

Rizki

Baking Demo Spesial Ramadan Wujudkan Cuan bagi Alumni Unair Sidoarjo

Rizki