Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Perangkat Kampung Dukuh Setro Tewas Tersengat Listrik

Perangkat kampung seksi penerangan tewas tersengat listrik tegangan tinggi.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Perangkat kampung seksi penerangan tewas tersengat listrik.  Korban posisinya tergelantung di tiang listrik kampung Jalan Dukuh Setro Rawasan VI, Senin (4/8) pukul 18.30 WIB.

Korban tersengat adalah Sujowo (52) warga Lebak Permai 2 Utara, Surabay. Kondisi tangan kiri gosong 70 persen dan wajah mengalami memar biru akibat tersengat listrik.

Tewasnya kotban Sujowo akibat tersengat listrik dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Tambaksari AKP Sukram. “Memang ada korban tewas akibat tersengat arus listrik tegangan tinggi. Posisi korban tewas dengan tergelantung di tiang penerangan kampung,” ujarnya, Selasa (5/8).

Pihak Polsek Tambaksari bersama pihak PMI dan BPBD Surabaya melakukan evakuasi 30 menit setelah kejadian. Korban dilakukan otopsi di RSUD Dr Soetomo, dan pada Selasa (5/8) siang dimakamkan di TPU Rangkah.

Pasca kejadian tewasnya seorang perangkat kampung akibat tersengat listrik, pihak  Polsek Tambaksari melakukan pemeriksaan terhadap 3 saksi yang kapasitasnya saat itu melihat langsung kejadian korban tewas.

“Jadi kami lakukan pemeriksaan kepada 3 saksi. Mereka yang secara langsung melihat kejadian korban tersengat listrik. Saksi Joko dan Sahri ikut memegang tangga tempat berpijaknya korban untuk naik ke atas tiang penerangan jalan kampung, dan satu warga kampung yang melihat dari kejauhan,” tambah Sukram.

Meski pemeriksaan tiga saksi telah dilakukan, namun pihak Polsek Tambaksari belum melakukan pemeriksaan kepada Ketua RT 11 Eko Budi. “Sedangkan untuk ketua RT yang kapasitasnya dimungkinkan adalah yang menyuruh korban Sujowo membenahi lampu jalan masih belum sempat ke Polsek Tambaksari. Kemungkinan hari Selasa ini Pak RT bisa diperiksa,” tambah Sukram.

Dari keterangan tiga saksi yang diperiksa Polsek Tambaksari, bahwa korban Sujowo diamanatkan oleh perangkat kampung untuk membenahi lampu jalan kampung yang telah mati selama 2 hari yang lalu.

Pihak perangkat kampong, khususnya ketua RT setempat, belum melakukan pelaporan ke pihak Pemkot Surabaya dan PLN atas padamnya aliran listrik tersebut. “Kalau kita tanya kepada saksi, ketua RT atau perangkat kampung lainnya belum melaporkan adanya saluran listrik penerangan jalan yang padam. Dan akhirnya perangkat kampung berinisiatif untuk membenahi sendiri,” tutup Sukram.

Dari tewasnya korban Sujowo pihak perangkat kampung telah melakukan musyawarah untuk membantu dan sumbangsih kepada pihak keluarga korban. “Sepengetahuan saya pihak keluarga mengikhlaskan atas kepergian korban,” tutup Sukram.(dan)

Related posts

Pemkot Surabaya Gerak Cepat Tangani Kasus Kekerasan Anak

Rizki

Prodi S1 Gizi Stikes Hang Tuah Surabaya Sosialisasikan Pencegahan Diabetes Melitus

Rizki

Perempuan Surabaya Mampu Jadi Motor Ekonomi

Rizki