Neo-Demokrasi
Headline Kesra Umum

Yayasan Grojongan Sewu Pencalukan Adakan Penanaman Bibit Pohon di Kakek Bodo

Para peserta penanaman bibit pohon antusias mengikuti kegiatan.

Pasuruan, NEODEMOKRASI.COM – Upaya pelestarian kawasan hutan, menjaga keanekaragaman hayati, serta memperkuat sumber mata air, menjadi tanggung jawab semua pihak. Hal inilah yang dilakukan Yayasan Grojongan Sewu Pecalukan. Organisasi ini  menggelar agenda tahunan Gerakan Penanaman dan Penyulaman Pohon ke-16.

Kegiatan ini diadakan selama dua hari di Petak 53, Bumi Perkemahan Kakek Bodo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa dan Rabu (14-15/1). Berbagai elemen masyarakat terlibat dalam  kegiatan ini.

Ketua Yayasan Grojongan Sewu Supriyono menekankan pentingnya merawat bibit pohon yang ditanam. “Kami tidak hanya menanam, tetapi juga merawat pohon hingga tumbuh besar. Dengan penghijauan ini, kita memenuhi kebutuhan air masyarakat dan mencegah bencana lingkungan,” ujarnya, Selasa (14/1).

Bibit pohon beringin dipilih sebagai tanaman utama karena akarnya yang mampu menyerap air secara efektif. Hingga saat ini, yayasan telah menanam lebih dari 49.000 bibit di wilayah Perhutani.

Di hari pertama, Selasa (14/12), digelar sarasehan yang dibuka oleh Ketua Yayasan Grojongan Sewu,Supriyono. Sedangkan di hari kedua, Rabu (15/1) upacara dan penanaman pohon.

Penyerahan bibit secara simbolis.

Dalam apel pagi yang dipimpin oleh Ketua Panitia Ainul Yaqin dijelaskan mengenai jenis bibit yang akan ditanam dan lokasi penanaman. Penanaman pohon dilakukan secara kolektif hingga siang hari. Kegiatan ini melibatkan peserta dari berbagai kalangan. Termasuk babinsa, Satpol PP, SRPB Kota Pasuruan, BPBD, SAR Kota Pasuruan,Tagana, forum pencinta alam, relawan penanggulangan bencana (PB), dan stakeholder lainnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Sugiyono menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi yayasan dalam menjaga lingkungan. “Satu pohon yang kita tanam dapat menyerap ribuan liter air. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk generasi mendatang,” ungkapnya.

Sedangkan Perwakilan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH), Slamet, juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. “Jika tidak ada penghijauan, sumber mata air akan menyusut. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.

Acara ditutup dengan penyerahan bibit pohon kepada peserta sebagai simbol komitmen bersama untuk melestarikan lingkungan. Para peserta kemudian diberangkatkan ke lokasi penanaman untuk melaksanakan aksi nyata penghijauan.

Dengan dukungan berbagai pihak, Gerakan Penanaman dan Penyulaman Pohon ke XVI diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan dan mencegah bencana alam.(*/dan)

 

Related posts

Jatim Sabet Penghargaan Penyokong Pembangunan IKN

Rizki

TMMD di Sidoarjo Kerjakan Sasaran Fisik Sampai Selesai

neodemokrasi

50 Personel Polrestabes Surabaya Dipasangi Bodycam

Rizki