Neo-Demokrasi
Headline Kesra Politik Pemerintahan

Surabaya Dapat Pujian saat Verifikasi Lapangan Kota Sehat

Kunjungan tim verifikator yang berlangsung pada 25-26 September 2025 lalu.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Langkah Pemkot Surabaya dalam mewujudkan kota yang sehat dan berkelanjutan mendapat respons positif. Hasil diskusi pada Forum Group Discussion (FGD) bersama Tim Verifikator Pusat dan Forum Kota Sehat, menunjukkan komitmen kuat Pemkot Surabaya telah berhasil menggerakkan program kesehatan di seluruh tatanan kota. Hal ini menjadi motivasi bagi pemkot untuk terus menguatkan program yang telah berjalan dan segera menindaklanjuti setiap catatan perbaikan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Nanik Sukristina menegaskan komitmen Pemkot Surabaya untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian. Apalagi Kota Surabaya telah mendapat pengakuan internasional dari WHO SEARO sebagai Jaringan Kota Sehat.

“Pemkot Surabaya, termasuk Dinkes berkomitmen melakukan kolaborasi lintas sektor dan memastikan keberlanjutan program-program kesehatan untuk memenuhi semua indikator tatanan Kota Sehat, mulai dari Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri hingga Penanggulan Bencana,” tegas Nanik, Senin (29/9).

Nanik menyebutkan, untuk mengatasi dua tantangan utama adalah optimalisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Pengawasan Keamanan Pangan, Dinkes akan mengambil langkah cepat (quick wins) dan strategis. Fokus utama perbaikan adalah peningkatan PHBS di tingkat rumah tangga. Dinkes akan mengintensifkan edukasi dengan menggerakkan Kader Surabaya Hebat (KSH) di setiap kelurahan, didukung penuh oleh kolaborasi lintas sektor.

Terkait isu lingkungan, Nanik memastikan bahwa capaian sanitasi kota sudah sangat baik. “Surabaya telah mencapai 100% Open Defecation Free (ODF). Ini adalah pilar utama. Namun, kami akan tetap waspada. Jika ada temuan kasus Buang Air Besar Sembarangan (BABS) baru, kami langsung berkoordinasi dengan CSR, misalnya Baznas, untuk segera membangun jamban sehat,” jelasnya.

Rekomendasi dari verifikator juga tidak hanya berhenti di sana. Dinkes Surabaya akan mengintegrasikannya ke dalam program unggulan Pemkot Surabaya, seperti penanganan Stunting dan TBC, melalui pendekatan intervensi berbasis wilayah (urban health).

Sementara itu, Tim Verifikator Kota Sehat Pusat, yang diwakili oleh Analis Kebijakan Kementerian Sosial, Ahmad Sobirin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wali Kota Eri Cahyadi dan jajaran Pemkot Surabaya.

“Kami menyaksikan secara nyata bahwa peran inisiatif dan inovasi kepala daerah yang didukung oleh komitmen kuat seluruh SDM pemerintah kota, adalah faktor krusial dalam mewujudkan Kota Sehat di Surabaya,” ujar Ahmad Sobirin.

Menurutnya, kepemimpinan yang visioner dan konsisten telah berhasil menggerakkan sinergi luar biasa, tidak hanya antar OPD, tapi juga melibatkan Puskesmas, Forum Masyarakat Sipil, Perguruan Tinggi, dan dunia usaha, yang tergabung dalam Forum Kota Sehat.

“Semangat kolaborasi ini adalah modal sosial (social capital) yang luar biasa untuk mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri dan produktif,” tambahnya.

Hasil kunjungan tim verifikator yang berlangsung pada 25-26 September 2025 menunjukkan performa Kota Surabaya yang nyaris sempurna di seluruh sembilan tatanan Kota Sehat. Pada tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri, tim verifikator melihat Posyandu aktif, kader terlatih, layanan KIA berjalan baik.

“Selanjutnya, tatanan Pasar Sehat, pasar cukup tertata dan bersih, sanitasi dan pengelolaan limbah tersedia. Dan tujuh tatanan lainnya, Sarana Prasarana di IPLT dan Taman Harmoni), Pendidikan Sehat untuk UKS aktif, Perkantoran di MPP Siola, Pariwisata Sehat di Kampung Maspati, Transportasi Sehat, Perlindungan Sosial di Rumah Ilmu Anak Surabaya (RIAS) dan Penanggulangan Bencana pada Inovasi EWS memadai dan unggul,” pungkasnya.(dan)

Related posts

Pasca Gempa di Bawean, Pemprov Jatim Siap Rekonstruksi Bangunan Terdampak

Rizki

Puluhan Pelaku Curanmor Dibekuk Polrestabes Surabaya

Rizki

Khofifah Panen Dukungan Saat di Pasar PPI Krembangan

Rizki