
“Speak by data” adalah salah satu islah yang sudah dak asing lagi. Menginformasikan
atau memberikan pernyataan berpedoman pada suatu data yang konkrit merupakan makna
dari islah ini. “Speak by data” juga dapat dimaknai bahwa beropini atau memberikan
informasi sesuai dengan fakta yang ada, karena secara denisi data merupakan kumpulan dari
suatu fakta. Pada era digital yang serba canggih ini, memberikan suatu informasi yang valid
sesuatu dengan fakta merupakan hal yang seharusnya dilakukan, jangan sampai suatu informasi tersebut dikategorikan menjadi suatu hoax yang dak dapat diverikasi kebenaran ataupun faktanya. Informasi yang tepat dapat mempengaruhi ketepatan suatu pengambilan keputusan.
Terlebih untuk pengambilan keputusan dalam cakupan yang besar. Misal pada lingkungan
sekolah, masyarakat, pekerjaan, dll. Kesalahan pengambilan keputusan dalam cakupan yang
kecil seper diri sendiri maupun keluarga mungkin dak memberikan efek yang cukup berar, namun sebaliknya pada cakupan yang luas, hal tersebut dapat berdampak pula pada sebagian besar orang dalam jangka waktu yang cukup lama. Sehingga pengambilan keputusan yang tepat merupakan hal yang penng untuk dilakukan. Keputusan yang sesuai tentunya juga diperoleh dari data yang tepat. Oleh sebab itu hal yang sangat penng juga untuk memperhakan
kevalidan data yang akan dipakai. Namun dak serta merta, data mentah yang ada dapat
dipakai dalam suatu pengambilan keputusan. Data-data tersebut harus dilakukan proses
pengolahan terlebih dahulu sehingga menghasilkan suatu output dan diintepretasi menjadi suatu informasi yang selanjutnya dapat dilakukan tahapan dalam pengambilan keputusan.
Salah satu teknik yang dapat dipakai untuk mengubah data menjadi suatu informasi yaitu
staska. Dalam staska juga terdiri dari beberapa metode analisis yang dapat dipilih
tergantung dari karakterisk datanya serta tujuan dari pengolahannya. Umumnya, semakin
banyak data yang dipakai serta semakin komplek metode analisis yang dipilih maka juga
membutuhkan waktu yang dak singkat. Namun dewasa ini, dengan semakin berkembangnya
zaman, waktu seakan bukan merupakan masalah lagi. Beberapa metode staska yang rumit
dan membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikannya dapat teratasi dalam waktu
yang singkat dengan menggunakan suatu program yang tersedia di komputer yang seringkali disebut dengan soware staska. User dak perlu repot-repot harus mencari, memahami
serta menghitung beberapa rumus lagi secara manual untuk melakukan analisis staska.
Bahkan dalam beberapa kurun waktu terakhir ini, para soware developer juga berlomba-lomba
untuk membuat beberapa soware staska yang secara khusus difokuskan pada data
berjumlah besar (big data). Sehingga data-data tersebut dapat diproses dalam waktu yang
cukup singkat. Sebagian besar soware tersebut juga telah dilengkapi beberapa fasilitas yang
terintegrasi secara langsung dengan beberapa microso oce di komputer, sehingga
pembuatan laporan pun juga dak akan membutuhkan waktu yang lama. Namun tentunya
antara soware satu dengan soware lainnya memiliki beberapa karakterisk beserta kelebihan
dan kekurangannya. Sehingga sebagai user harus dapat secara bijak memilih so/ware yang
sesuai dengan kebutuhannya.
Jika dinjau berdasarkan sistem operasinya, maka soware secara umum dibagi menjadi
2 jenis yaitu open source dan closed source. Jenis pertama yaitu open source, sesuai dengan
namanya, so/ware jenis ini membuka ataupun membebaskan user untuk melihat source
codenya, selanjutnya user juga dapat melihat bagaimana cara kerja so/ware, bahkan dapat
memodikasi ataupun mengembangkan so/ware tersebut menjadi lebih baik lagi. User juga
dapat menggunakan jenis ini untuk diterapkan pada so/ware mereka sendiri dengan kondisi
yang bebas tanpa konsekuensi.
Secara umum, jenis pertama ini juga seringkali disebut OSS (Open Sourced Soware). So/ware jenis ini kebanyakan bersifat legal sehingga user dak perlu melakukan pembayaran untuk pembelian lisensi ataupun berlangganan, hal ini juga membuat so/ware jenis ini jarang sekali terjadi pembajakan. Namun tentu saja karena sifatnya yang dak berbayar seringkali, dak semua user merasa nyaman dan tertarik menggunakan menggunakan so/ware jenis ini. Karena kebanyakan untuk so/ware berpe ini, user harus memahami suatu bahasa pemrograman yang dipakai dalam so/ware tersebut, sedangkan bahasa pemrograman ataupun sering disebut dengan koding juga bukan merupakan sesuatu yang dapat dipelajari dalam waktu singkat.
Sedangkan untuk jenis closed soware sebaliknya merupakan so/ware yang tanpa menampilkan source codenya, jadi user dak bisa mengetahui bahkan mempelajari cara kerja proses metode tersebut sampe menghasilkan suatu output tersebut. Untuk jenis closed so/ware memiliki sistem yang lebih terjamin, serta lebih user friendly sehingga user dapat lebih mudah menggunakan karena memang dak diperlukannya kemampuan untuk
memahami bahasa pemrograman, namun karena kemudahan dan keesiennya tersebut
menyebabkan so/ware ini memiliki lisensi yang menyebabkan para user harus mau merogoh
konceknya dalam membeli lisensi so/ware ataupun melakukan langganan. Jenis ini juga dikenal dengan islah CSS (Closed Source Soware).
Begitu pula untuk so/ware staska juga terdapat beberapa yang termasuk dalam kategori open source dan juga termasuk closed source. OSS dalam staska sebenarnya cukup efekf digunakan saat analisis yang dipakai membutuhkan proses iterasi atauaupun saat ingin melakukan beberapa modikasi yang dapat menggabungkan beberapa analisis menjadi satu
proses sekaligus. Beberapa so/ware yang termasuk didalamnya ialah R, SAS, Phyton, Lisrel,
Matlab, dan masih banyak lagi. Salah satu so/ware staska berjenis OSS yang cukup popular adalah R. So/ware ini menjalankan berbagai macam pla6orms NIX, Windows serta Mac OS. So/ware ini bersifat 9eksibel yang dapat disesuaikan dengan keperluan dan kebutuhan user dengan menggunakan bantuan fasilitas package, namun sesuai dengan sifatnya aplikasi R memang tidak user friendly, serta mudah terjadi eror karena R memiliki sifat sensive case,
sehingga user benar benar harus teli dalam menuliskan perintah. Package merupakan
sekumpulan fungsi yang dipakai untuk menuliksan analisis tertentu, sehingga ap analisis satu dengan lainnya memilki package yang berbeda-beda. Hal ini membuat user mau dak mau harus memahami package apa saja yang dibutuhkan dalam melakukan suatu analisis tertentu.
Fasilitas package yang disediakan di dalam so/ware ini cukup lengkap, mulai dari analisis untuk mengetahui pengaruh sampai dengan analisis untuk melakukan peramalan dalam beberapa periode mendatang. Bahkan so/ware ini juga menyediakan fasilitas untuk membuat plot, hanya dengan menuliskan suatu perintah. Namun memang prosesnya dak semudah seper so/ware berjenis CSS. User diharapkan harus menginstall package serta menuliskan perintah berupa code yang dipakai. Sedangkan untuk CSS dalam staska lebih cocok dipakai saat melakukan analisis yang cukup sederhana tanpa membutuhkan beberapa repesi ataupun pengulangan seper iterasi. Ciri khas dari CSS adalah tersedianya fasilitas menu-menu, sehingga membuat user lebih mudah dalam melakukan proses analisis. User hanya perlu melakukan klik dan memilih menu-menu tersebut untuk melakukan proses analisis data, tanpa harus menuliskan
perintah berupa code. Salah satu CSS yang paling popular dan seringkali dipakai adalah
Stascal Package for the Social Sciences (SPSS). So/ware ini dibuat oleh salah satu
perusahaan ternama yaitu IBM. Salah satu keunggulan dari SPSS adalah kemudahan dari
penggunaan, 9eksibilitas, dan skalabilitasnya. Selain melakukan analisis data, SPSS juga dapat
dipakai untuk membuat suatu plot ataupun gambar secara otomas tanpa harus repot-repot
menuliskan perintah. Metode analisis yang disediakan juga terbilang cukup lengkap mulai dari
analisis sederhana seper staska deskripf sampai dengan analisis peramalan. Namun karena
sifatnya yang closed sofware, user dak akan dapat melakukan modikasi analisis. Oleh karena
sifatnya yang cukup esien dan simple, sebagian besar pengguna SPSS justru berasal dari
kalangan orang-orang di luar staskawan seper ahli ekonomi, dan beberapa cabang ilmu
lainnya. Terdapat juga so/ware staska yang bersifat closed maupun open source, salah
satunya adalah STATA. So/ware ini juga menyediakan fasilitas seper menu sehingga user dapat
lebih mudal melakukan analisis, namun user juga diberikan keleluasan dalam melakukan
modikasi dengan menuliskan beberapa perintah secara langsung.
Berdasarkan uraian di atas sangat nampak bahwa seap so/ware memiliki kelebihan
dan kekurangan, sehingga user hanya perlu untuk memilih so/ware sesuai dengan kebutuhan
mana yang harus dipakai. Saran dari penulis, jika user merupakan seseorang yang dak
mengetahui banyak bahasa pemrograman, dan memiliki penyelesaian kasus dengan metode
yang cukup simpel serta metode tersebut tersedia pada fasilitas so/ware yang berjenis CSS, sebaiknya cukup gunakan so/ware tersebut. Misal Anda ingin mengetahui faktor mana yang
berpengaruh terhadap penjualan suatu produk X, maka untuk menemukan faktor tersebut Anda
harus menggunakan metode regresi yang telah tersedia untuk berbagai so/ware berjenis CSS
seper SPSS maupun minitab. Sehingga dengan waktu yang singkat ada sudah memperoleh
hasil yang dibutuhkan. Beberapa so/ware berjenis CSS seringkali menyediakan fasilitas trial
program untuk 7- 14 hari, Anda bisa memanfaatkan fasilitas tersebut. Sebaliknya jika Anda ingin melakukan analisis dengan data yang cukup besar serta membutuhkan beberapa kali iterasi dalam pemrosesannya, maka so/ware yang sesuai adalah jenis OSS. Dengan menggunakan user jenis USS, proses iterasi ataupun repesi akan dilakukan secara otomas dalam waktu yang cukup singkat.User dak perlu cemas dan khawar saat terjadi eror disebabkan penulisan perintah yang kurang benar, karena beberapa so/ware OSS sudah menyediakan fasilitas help yang dapat membantu para user untuk menuliskan perintah dalam bentuk code. Hal yang paling terpenng adalah ketepatan metode dan juga esiensi waktu, sehingga pengambilan keputusan secara tepat dapat dilakukan dengan proses yang cukup singkat.
