
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Surabaya resmi meluncurkan Toko DWP dan tas anti-flexing sebagai bagian dari puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 DWP. Peluncuran tersebut digelar di Gedung Wanita Candra Kencana Jalan Kalibokor Selatan No 2 Surabaya, Selasa (16/12).
Peluncuran Toko DWP ini menjadi terobosan baru dalam mendukung pemberdayaan anggota serta pelaku UMKM di Kota Surabaya. Toko ini diharapkan menjadi wadah promosi sekaligus pengembangan potensi produk unggulan yang dihasilkan oleh aparatur sipil negara (ASN) dan UMKM.
Penasihat DWP Kota Surabaya Rini Indriyani menyampaikan kehadiran Toko Dharma Wanita membuka ruang bagi anggota untuk memasarkan berbagai produk kreatif. “Ada peresmian Toko Dharma Wanita. Di sana ada produk-produk UMKM dari kecamatan, ada yang dari pegawai,” ujar Bunda Rini dalam sambutannya.
Bunda Rini menegaskan bahwa salah satu peran utama Ketua DWP adalah menghimpun potensi tersebut dan memfasilitasi pemasarannya melalui Toko Dharma Wanita. Selain pengembangan produk, Bunda Rini juga mendorong agar promosi Toko Dharma Wanita dapat lebih ditingkatkan supaya menjangkau masyarakat luas, khususnya warga di sekitar lokasi. ”
Selain peluncuran toko, DWP Surabaya juga memperkenalkan tas berlogo Dharma Wanita sebagai simbol komitmen untuk mencegah perilaku flexing atau pamer kemewahan di lingkungan istri ASN. “Tadi juga disampaikan ada launching tas baru, tas yang ada logo Dharma Wanitanya. Dimana tas logo itu bisa menghindari kita dari flexing,” ungkap Bunda Rini.
Karena itu, Bunda Rini kembali mengingatkan larangan penggunaan barang bermerek tertentu berlaku mutlak dalam kegiatan resmi Pemkot Surabaya. “Kalau acara di kantor, acara di pemerintahan kota, wajib hukumnya untuk tidak menggunakan barang-barang dengan branded tertentu. Kalau di luar kegiatan pemerintahan, monggo (silakan) itu hak njenengan (Anda),” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kota Surabaya Dameria Triana Ambuwaru Lilik Arijanto mengungkapkan bahwa gagasan tas anti-flexing tersebut merupakan inisiatif dari Penasihat DWP Rini Indriyani. “Sebenarnya ini ide dari Ibu Rini sebagai penasihat kami, dimana sebagai anggota Dharma Wanita Surabaya kami tidak diperbolehkan untuk flexing,” kata Dameria.
Dameria memastikan bahwa tas tersebut diproduksi oleh UMKM Kota Surabaya dengan kualitas bahan yang terjamin dan dipasarkan dengan harga terjangkau bagi anggota. “Insya Allah mutu sudah terjamin, dengan model sederhana dan harganya cukup bersahabat. Jadi kalau Ibu mungkin beli di luar pasti lebih mahal. Tapi di (toko) kami, kami jual dengan harga bersahabat,” tutup Dameria.(dan)
