Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Saat Pergantian Tahun, Tawuran Terjadi di Beberapa Wilayah di Surabaya

Petugas Polsek Bubutan mendatangi lokasi tempat para pemuda tawuran.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Malam pergantian tahun, para petugas gabungan di Kota Surabaya totalitas melakukan penjagaan dan penyekatan terhadap beberapa batas kota.

Setidaknya di sekitar Bundaran Waru, Kecamatan Karang Pilang, dan sekitar Pondok Candra, merupakan tempat tempat yang disinyalir menjadi jalur tempat para kelompok kelompok pebalap liar masuk ke Surabaya.

Terpantau pada malam pergantian tahun, untuk perbatasan Kota Surabaya terlihat lengang dan tidak menonjol adanya konvoi pengendara yang melakukan aksi anarkis dan menggangu pengendarai lain.

Namun ternyata pada Kamis (1/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, bermunculan aksi aksi anarkis. Mulai dari geber-geber knalpot brong hingga aksi tawuran di sekitatan wilayah hukum Polsek Bubutan dan Sawahan.

Dari info yang diterima, laporan masuk ke Command Center 112 Kota Surabaya, Kamis (1/1) pukul 01.45 WIB,  terdapat laporan di Jalan Tembok Dukuh terdapat aksi tawuran. Aksi ini mengakibatkan luka luka terhadap pemuda warga sekitar di Gang 4.

Dari laporan yang masuk Command Center 112, dilanjutkan ke jajaran petugas gabungan yang siaga wilayah hukum Polsek Bubutan. Kasus tawuran kembali berlanjut di Jalan Demak.

Kapolsek Bubutan AKP Vonny Farizky ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya meluncurkan anggota ke tempat kejadian. “Anggota sudah kami kirimkan ke TKP, juga dari Tim Siaga Kota TGC Surabaya. Saat di lokasi kami tidak menemukan adanya aksi tawuran dan untuk korban tidak ditemukan,” ujarnya.

Pada pukul 02.00 WIB, ternyata kembali terjadi aksi tawuran di Jalan Rajawali. Kali ini terjadi di dekat Bank BRI Rajawali. Aksi tawuran yang ketiga kalinya dibenarkan oleh Kapolsek Bubutan AKP Vonny Farizky. “Benar kami telah mengamankan beberapa orang yang dari dua kubu yang tawuran. Semuanya yang tawuran masih di bawah umur,” tambahnya.

Motif kedua kubu saling tawuran bermula dari saling sindir dan saat berkendara menggunakan jalan saling serobot. “Jadi 3 orang ribut gesekan di jalan dan mereka salah paham. Mereka emosi karena terpengaruh minuman beralkohol, tapi tidak ditemukan sajam,” ujar Vonny Farizky kembali.

“Jadi karena pelaku masih anak-anak sehingga mereka kami kirim ke Bapas Surabaya, dan kondisi tubuh mereka mengalami lecet kecil,” tutupnya.(dan)

 

Related posts

KBS Hadapi Masalah Overpopulasi

Rizki

Sebanyak 444 Mahasiswa Lolos Seleksi Beasiswa Pemuda Tangguh

Rizki

Pemkab Sidoarjo Gelar Operasi Pasar 5000 Liter Migor Curah

Rizki