
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pemkot Surabaya tengah mengevaluasi keberadaan parkir di tepi jalan umum (TJU) sepanjang Jalan Tunjungan. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi keluhan masyarakat terkait kemacetan dan penataan sistem perparkiran di kawasan tersebut.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa penataan parkir di Jalan Tunjungan menjadi salah satu prioritas pemkot. Pasalnya, keberadaan parkir tepi jalan umum turut menjadi penyebab terjadinya kemacetan di kawasan tersebut.
“Karena parkir (TJU) yang di Jalan Tunjungan ada banyak hal yang memang dikeluhkan. Yang kedua terkait dengan macet. Jadi terkait dengan tarikan (tarif parkir) dan terkait dengan macet, sehingga nanti kita akan koreksi,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (11/7).
Ia mengungkapkan bahwa kawasan di Jalan Tunjungan sebenarnya telah memiliki kantong-kantong parkir yang cukup memadai. Oleh karena itu, pemkot akan menyosialisasikan pemindahan parkir dari TJU ke area kantong parkir untuk meminimalisir gangguan lalu lintas.
Selain itu, Eri menyatakan bahwa pemkot juga akan berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya dalam upaya pengawasan dan pengendalian parkir. Fokus utamanya adalah memastikan kendaraan tidak lagi parkir di tepi jalan umum Jalan Tunjungan.
Ia kembali menegaskan bahwa parkir TJU di Jalan Tunjungan telah menjadi perhatian khusus Pemkot Surabaya. Apalagi, keberadaan parkir TJU di sana dinilai menyulitkan pengawasan dan memicu kemacetan lalu lintas.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa kantong parkir sebagai solusi dari penataan ulang parkir TJU Jalan Tunjungan. “Sebetulnya penataan parkir di kawasan Tunjungan sudah kita siapkan. Kita sudah siapkan kantong-kantong parkir,” ungkap Trio.
Trio menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya telah menyediakan fasilitas parkir di Gedung Siola dengan kapasitas 200 kendaraan roda empat (R4) dan 700 kendaraan roda dua (R2). Di sebelahnya, ada pula gedung TEC (Tunjungan Electronic Center) dengan daya tampung 200 R2 dan 150 R4.
“Belum lagi nanti kita optimalkan juga kawasan parkir di Jalan Tanjung Anom. Jalan Tanjung Anom itu juga merupakan kawasan yang nantinya kita tata untuk mengantisipasi ketika di Jalan Tunjungan parkir itu dinyatakan sangat mengganggu,” jelas Trio.
Tak hanya itu, Tri menyebut, Jalan Kenari Surabaya juga akan difungsikan sebagai pengganti lokasi parkir yang sebelumnya berada di TJU Jalan Tunjungan. “Jalan Kenari juga akan kami peruntukkan untuk mengganti daripada parkir di kawasan Jalan Tunjungan,” tambahnya.
Ketika ditanya apakah parkir TJU di Jalan Tunjungan akan dilarang sepenuhnya, Trio menjawab bahwa hal itu akan dievaluasi lebih lanjut dan pelaksanaannya akan dilakukan secepat mungkin. “Nanti kita evaluasi. Secepatnya kita laksanakan,” ujar Trio.(dan)
