
Malang, NEODEMOKRASI.COM – Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar menjadi irup Upacara Penutupan Dikmata Infanteri TNI AD Gelombang III TA 2025. Ini sebagai penanda lahirnya prajurit muda profesional yang siap memperkuat kekuatan satuan TNI AD di seluruh Indonesia.
Upacara penutupan dilaksanakan di Dodikjur Rindam V Brawijaya, Kota Malang. Kegiatan ini diikuti sekitar 640 mantan siswa Dikmata Infanteri yang telah menyelesaikan pendidikan dasar kemiliteran secara intensif dan berstandar nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri danrindam V Brawijaya, para asisten kasdam, dandodik, pejabat kesehatan, keuangan, unsur pemerintah daerah, serta Persit Kartika Chandra Kirana sebagai wujud dukungan moril terhadap keberhasilan pendidikan prajurit.
Dalam amanat KSAD yang dibacakan irup, disampaikan bahwa pendidikan selama dua bulan telah membentuk prajurit yang tangguh, profesional, dan berkarakter Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI.
“Pendidikan Dikmata TNI AD merupakan bagian integral dari strategi pembangunan kekuatan TNI AD yang dirancang secara sistematis guna memenuhi kebutuhan pengembangan satuan baru dan penguatan Batalyon Teritorial Pembangunan,” kata kasdam dalam amanatnya.
Kasdam V Brawijaya menegaskan bahwa lulusan Dikmata Infanteri diharapkan mampu mengimplementasikan kemampuan teknik dan taktik militer, serta memiliki naluri tempur yang adaptif dalam mendukung tugas pertahanan dan pengabdian kepada rakyat.
Melalui penutupan pendidikan ini, diharapkan para prajurit muda mampu menjalankan tugas di satuan masing-masing secara profesional, berintegritas, dan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan TNI AD.(dan)
